Proyeksi Ekonomi 2050, Indonesia Jadi Terbesar Keempat di Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 18:26:31 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan pandangan optimistisnya terhadap prospek masa depan perekonomian nasional. Ia memaparkan bahwa pelbagai lembaga internasional serta pengamat ekonomi terkemuka memproyeksikan Indonesia bakal bertransformasi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di kancah global pada tahun 2050 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo tatkala menyampaikan pidato sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang bertempat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (9/9/2026).

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memegang potensi luar biasa besar untuk menjelma sebagai salah satu episentrum kekuatan utama dunia. Kendati demikian, ia mengingatkan agar optimisme tersebut senantiasa diiringi sikap rendah hati tanpa memicu sifat sombong bagi bangsa Indonesia.

"Intinya masa depan kami cerah. Semua pakar, semua institusi dunia menyampaikan bahwa Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara keempat ekonomi terbesar di dunia," kata Prabowo.

Menurut pandangannya, berbagai proyeksi global tersebut secara tegas menempatkan Indonesia ke dalam jajaran kekuatan besar dunia di masa depan.

"Mereka mengatakan kami akan menjadi one of the great powers. Bukan kami, kami tidak boleh sombong," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menilai bahwa sebagian masyarakat Indonesia terkadang masih belum sepenuhnya memahami betapa masifnya potensi ekonomi serta kekuatan riil yang dimiliki oleh bangsa ini. Oleh karena itu, dia mendorong agar narasi penuh optimisme terhadap masa depan Tanah Air terus digelorakan.

"Kadang-kadang orang Indonesia ini tidak sadar betapa besar dan betapa potensi kuat kami," tutur Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa tahun 2050 bukanlah bentang waktu yang terlampau jauh. Ia mengkalkulasikan bahwa tahun 2050 hanya berjarak sekitar 24 tahun dari masa sekarang, di mana generasi muda saat inilah yang kelak memegang kendali penuh atas estafet kepemimpinan nasional.

"Tapi yang ingin saya sampaikan 2050 adalah 24 tahun lagi. 24 tahun lagi itu adalah masa yang muda-muda," kata Prabowo.

Dalam momentum yang sama, Prabowo turut memakai perumpamaan metafora anak tangga untuk menggambarkan posisi generasi pendahulu, termasuk dirinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam mengawal transisi estafet kepemimpinan bangsa.

"Pak SBY dan saya ya kami generasi ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kami untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia," ujarnya.

Sebagai penutup pidatonya, Prabowo kembali berpesan agar generasi muda secara konsisten membekali diri guna melanjutkan roda pembangunan serta menyongsong kebangkitan Indonesia di masa depan.

Sebelumnya, Prabowo sempat menyatakan bahwa dirinya tidak akan menyampaikan materi sambutan yang bertele-tele. Sebagai bentuk apresiasi, ia turut meninggalkan karya buku tulisannya untuk dihadiahkan kepada para hadirin yang hadir dalam acara tersebut.

"Sesuai janji saya saya tidak akan panjang lebar. Saya tinggalkan buku saya untuk hadiah. Mudah-mudahan bisa dipelajari," kata Prabowo.

Terkini