Kinerja Positif Bank Jago Cetak Laba Melonjak 49 Persen di 2026

Kamis, 10 September 2026 | 01:39:02 WIB
Bank Jago.

JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) berhasil membukukan pertumbuhan jumlah nasabah, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran kredit hingga paruh pertama semester I 2026.

Total basis nasabah emiten perbankan ini telah menembus angka 20,1 juta, termasuk 14,7 juta pengguna yang terdaftar sebagai nasabah funding pada Aplikasi Jago.

Pertumbuhan kuantitas pengguna tersebut menopang capaian DPK Bank Jago hingga terkerek 23 persen secara year on year (YoY) mencapai posisi Rp27,6 triliun per Juni 2026.

Pada ranah penyaluran pembiayaan, perseroan sukses mencatatkan angka kredit senilai Rp26,6 triliun atau naik 24 persen YoY.

Direktur Finance & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo memaparkan bahwa rekapitulasi positif ini diraih di tengah dinamika kondisi ekonomi yang menantang, seperti pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, evaluasi indeks MSCI, hingga eskalasi geopolitik global akibat konflik Israel dan Iran.

“Tetapi selama semester I ini kami tetap menjaga momentum pertumbuhan dari Bank Jago yang berkesinambungan. Total aset kami itu meningkat sebesar 28% menjadi lebih dari Rp40 triliun, kredit kami meningkat sebesar 24% YoY menjadi Rp26,6 triliun, jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit di industri perbankan di Indonesia sampai Juni tahun 2026 ini sebesar 13%,” ucapnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Pencapaian DPK yang melesat 23 persen YoY ke angka Rp27,6 triliun didorong oleh partisipasi nasabah ritel, sementara modal ekuitas terangkat 4 persen YoY ke posisi Rp9 triliun, dan perolehan laba bersih setelah pajak melambung tinggi 49 persen YoY menembus Rp189 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh perolehan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 28 persen YoY ke posisi Rp1,49 triliun, pertumbuhan pendapatan komisi 41 persen YoY menjadi Rp455 miliar, serta penerimaan operasional yang naik 30 persen menjadi Rp2,92 triliun.

“Secara overall, pendapatan fee income kami sekitar 16% dari total pendapatan operasional dan tentunya kami ingin ini senantiasa meningkat dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Di sisi lain, beban operasional perseroan mencatatkan kenaikan 23 persen YoY menjadi Rp1,70 triliun, dengan alokasi terbesar bersumber dari biaya IT serta depresiasinya porsi 40 persen dan biaya tenaga kerja sekitar 30 persen, hingga menghasilkan pendapatan operasional bersih Rp1,22 triliun atau naik 39 persen YoY.

Adapun porsi beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) berada di angka Rp870 miliar, naik 35 persen YoY.

“Ini sejalan dengan kenaikan outstanding dari kredit dan pembiayaan syariah kami Dengan seluruh kondisi tersebut laba rugi, baik sebelum dan setelah pajak ini meningkat sebesar 49%, suatu pertumbuhan yang cukup baik dan tentunya kami mengharapkan bahwa profitability ini dapat berjalan secara berkesinambungan,” jelas Supranoto.

Dari indikator rasio keuangan paruh awal 2026, Bank Jago mencatat CAR sebesar 28,4 persen, CASA 53 persen, NPL gross 0,8 persen, NIM 8,5 persen, serta CIR pada level 56 persen.

Terkini