JAKARTA - Emiten pertambangan anggota Grup Mind ID, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), membidik target produksi nickel matte sebesar 67.645 metrik ton sepanjang tahun 2026.
Optimisme penetapan target tersebut didukung oleh rampungnya proyek rekonstruksi Furnace III serta membaiknya kadar bijih nikel yang ditambang perseroan.
Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia Abu Ashar menyampaikan bahwa operasional produksi perseroan sepanjang semester I 2026 berjalan cukup stabil.
Kualitas kadar nikel hasil penambangan pada periode tersebut bahkan menjadi yang tertinggi dalam rentang waktu tiga tahun terakhir.
”Pekerjaan perbaikan sudah dilakukan, kadar nikel dari mining ke pabrik cukup bagus, operasi di pabrik juga cukup stabil, sehingga kami optimistis di tahun ini untuk mencapai target produksi tahunan 67.645 ton,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Abu menerangkan bahwa peningkatan kadar nikel membuat pihak pabrik tidak perlu memproses volume bijih dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
Kondisi kadar yang optimal ini memberikan ruang bagi perseroan untuk menaikkan efisiensi serta kinerja fasilitas pengolahan.
Selama paruh pertama tahun 2026, Vale Indonesia membukukan total volume produksi nikel matte sebanyak 29.773 ton.
Khusus pada kuartal II 2026, produksi nikel matte mencapai 16.153 metrik ton, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan capaian kuartal I 2026 sebesar 13.620 ton.
Lonjakan produksi tersebut merupakan buah dari pemulihan operasional pascaselesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat.
”Dengan kadar nikel yang cukup baik, pabrik punya potensi atau peluang untuk dioptimalkan, tentunya harus mengembangkan proses produksinya ya, sehingga di semester kedua kami sangat optimis,” katanya.
Kendati demikian, proyeksi total produksi tahun 2026 ini tercatat sedikit lebih rendah bila disandingkan dengan realisasi performa INCO pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan resmi perseroan, volume produksi nikel matte INCO sepanjang tahun 2025 berhasil menyentuh angka 72.027 metrik ton, naik dari perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar 71.311 ton.