Sinyal Dividen MIKA Siap Diberikan di Atas Batas Minimum 25 Persen

Kamis, 10 September 2026 | 03:01:32 WIB
Rumah Sakit Mitra Keluarga.

JAKARTA - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) memastikan pembagian dividen akan dijaga di atas batas minimum 25 persen dari laba bersih, melanjutkan rekam jejak perseroan yang pernah mengalokasikan hingga 70 persen.

Direktur Mitra Keluarga Joyce Vidyayanti Handajani menjelaskan bahwa meski aturan internal menetapkan payout ratio dividen paling sedikit 25 persen, realisasi pembayaran kepada pemegang saham selalu jauh berada di atas angka tersebut.

Untuk perolehan tahun buku terakhir, misalnya, emiten pengelola jaringan rumah sakit tersebut mengeksekusi pembagian dividen dengan rasio pembayaran dividen mencapai 43 persen hingga 44 persen dari total porsi laba bersih.

“Kami selalu membagikan dividen di atas angka tersebut [25%]. Pada tahun ini kami membagikan kurang lebih 43%–44% dari keuntungan tahun lalu, dan angka tertinggi dari pembagian dividen kami pernah mencapai 70%,” ujar Joyce dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Komitmen dividen tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026.

MIKA diketahui membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,5 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp728 miliar, yang didorong oleh kenaikan pendapatan 8,0 persen YoY menjadi Rp2,77 triliun.

Pertumbuhan pendapatan MIKA dikontribusikan oleh peningkatan porsi pasien swasta yang kini menyumbang sebesar 90 persen terhadap total pendapatan, dengan porsi pasien asuransi dan korporasi naik menjadi 62 persen.

Selain itu, intensitas pendapatan per pasien juga melonjak. Rata-rata pendapatan per hari rawat inap (ARPID) naik 12,2 persen YoY menjadi Rp4,67 juta.

Adapun, perseroan mencatat rata-rata pendapatan per pasien rawat jalan (ARPOP) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp664.000 seiring dengan meningkatnya porsi penanganan kasus-kasus klinis berkompleksitas tinggi.

Guna menopang laju bisnis, MIKA juga memiliki neraca keuangan bebas utang dengan posisi kas bersih mencapai Rp3 triliun per Juni 2026.

Kas internal ini dialokasikan untuk pembaruan teknologi medis seperti MRI, CT scan, fasilitas radioterapi, hingga teknologi robotik untuk tindakan joint replacement.

Perseroan juga mengeksekusi ekspansi dengan menyiapkan penambahan sekitar 400 tempat tidur baru yang direalisasikan melalui pembukaan dua rumah sakit baru di Jabodetabek pada kuartal IV 2026, yaitu di Serpong Damai dan Halang, serta satu rumah sakit baru di Jawa Timur pada kuartal I 2027.

Terkini