Produksi Batu Bara 2026 Diproyeksi 720 Juta Ton, PNBP Malah Naik

Jumat, 11 September 2026 | 21:41:03 WIB
Ilustrasi Alat berat digunakan untuk bongkar muat batu bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan volume produksi batu bara dapat menembus 720 juta ton hingga penutupan 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, angka perkiraan itu ditakar dari tren realisasi produksi batu bara setiap bulannya.

Ia menerangkan, akumulasi produksi batu bara nasional hingga Juli 2026 telah mencatatkan 423 juta ton. Berdasarkan kalkulasi rata-rata selama tujuh bulan berjalan, porsi produksi berada pada kisaran 60 juta ton per bulan.

"Kalikan saja ya misalnya 60 kali 12, ya 720 juta ton. Kira-kira ya forecast-nya," ucap Tri ditemui di Jakarta, Kamis (11/9/2026).

Melalui estimasi tersebut, total produksi batu bara tahun 2026 berada di bawah capaian periode 2025 yang sukses menyentuh angka 817 juta ton.

Tri membeberkan perinciannya, dari torehan 817 juta ton sepanjang 2025, sebanyak 522 juta ton atau setara 63% dikirim untuk pasar ekspor. Di sisi lain, pemenuhan alokasi domestik tercatat sebesar 246 juta ton atau sekitar 30,2%.

Sementara pada rentang berjalan hingga Juli 2026, produksi batu bara membukukan angka 432 juta ton, dengan volume ekspor menyentuh 270 juta ton serta realisasi pasokan dalam negeri mencapai 113 juta ton. Tri menambahkan, India dan China tetap menduduki posisi sebagai pasar tujuan ekspor utama bagi batu bara Indonesia.

Di tengah penurunan tren produksi pada 2026, Tri mengungkapkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor minerba justru mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun ini.

Ia memaparkan, per 31 Agustus 2025, perolehan PNBP minerba berada pada posisi Rp87 triliun. Sebaliknya, hingga 31 Agustus 2026, angka tersebut merangkak naik menjadi Rp108 triliun atau membukukan kenaikan sekitar Rp21 triliun.

“Apabila kami lihat di Agustus sekarang, itu angkanya PNBP kami Rp108 triliun, artinya ada perbedaan sekitar Rp21 triliun meningkat. Ini diakibatkan apa? Karena beberapa [harga] komoditas itu mengalami kenaikan,” ujarnya.

Khusus untuk komoditas batu bara, setoran PNBP per 31 Agustus 2025 berada di level Rp59 triliun. Angka itu kemudian terkerek naik menjadi Rp66 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Kondisi ini memperlihatkan anomali positif antara tren produksi dan penerimaan kas negara. Walau laju produksi batu bara rata-rata mengalami penyusutan berkisar 8 juta ton per bulan, torehan PNBP dari sektor batu bara justru melonjak sekitar Rp7 triliun secara tahunan.

Terkini