Kementan Jamin Pasokan Cabai Rawit Aman Meski Harga Melonjak

Jumat, 11 September 2026 | 22:55:02 WIB
Ilustrasi Cabai Rawit.

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan pasokan cabai rawit secara nasional tetap aman hingga penghujung tahun, kendati harganya saat ini mengalami lonjakan.

"Untuk cabai rawit secara nasional itu produksinya di bulan September itu sekitar 119 ribu ton. Di Jawa Timur itu Banyuwangi standing crop yang ada sekarang sekitar 1.486 hektare. Kemudian, di Sampang itu ada 1.691 hektare. Itu produksinya sudah mulai tinggi sekitar 5.000," ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan Sudi Mardianto dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, untuk kawasan Jawa Tengah hasil produksi masih bertumpu pada wilayah Temanggung, Brebes, serta Magelang. Sudi menjelaskan, kendati volume produksi tergolong masih terbatas lantaran baru memasuki masa tanam, kondisi tersebut diproyeksikan mampu mengatasi potensi lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Pada sisi lain, Kementan turut berupaya menyeimbangkan pergerakan harga cabai di pasaran lewat skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Melalui mekanisme FDP, pasokan cabai rawit dari wilayah dengan harga stabil bakal dikirimkan menuju daerah yang mengalami keterpurukan harga tinggi.

Proses penyaluran stok ini akan disokong oleh para kelompok petani cabai rawit yang berada di bawah naungan Kementan.

"Mereka sudah bersiap untuk dapat membantu mengendalikan daerah-daerah yang harga cabai rawitnya tinggi. Mereka prinsipnya sudah siap untuk dapat membantu mensuplai daerah-daerah yang harganya cukup tinggi," ucap dia.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), catatan harga cabai rawit secara nasional per 10 September 2026 telah menembus Rp 81.052 per kilogram (Kg). Puncak kenaikan harga tertinggi dialami oleh Provinsi Sulawesi Utara yang menyentuh angka Rp 152.872 per Kg.

Di lain pihak, wilayah dengan patokan rata-rata harga cabai rawit paling murah berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni berkisar Rp 56.604 per kg.

Terkini