Harga Bahan Pokok di Banyumas Melonjak Akibat Pasokan yang Terbatas

Jumat, 11 September 2026 | 23:14:32 WIB
Ilustrasi Pedangang Cabai Rawit dipasar.

JAKARTA - Sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencatatkan kenaikan harga yang dipicu oleh minimnya pasokan di tingkat distributor maupun pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi menjelaskan bahwa tren lonjakan harga cabai rawit yang sudah berlangsung selama dua pekan terakhir berkaitan erat dengan masa regenerasi tanaman petani.

Gatot menyampaikan bahwa tanaman cabai lama sudah berada di fase akhir produksi, sementara tanaman yang baru ditanam belum memasuki siklus panen raya, sehingga pasokan menuju pasar tradisional mendadak terbatas.

"Kalau yang cabai rawit memang sudah mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jumat (11/9/2026).

Menurut penjelasannya, keterbatasan stok ini terjadi akibat proses pergantian tanaman di lahan pertanian secara serentak.

"Petani sedang regenerasi tanaman. Yang lama menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen," katanya.

Pihak DPKUKM berharap distribusi cabai kembali stabil seiring dimulainya masa panen dari tanaman baru, sehingga tekanan harga di pasaran dapat mereda.

Saat ini, patokan harga cabai rawit di beberapa pasar wilayah Banyumas menembus rentang Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, diikuti cabai keriting yang merangkak naik dari posisi awal Rp45.000–Rp50.000 per kilogram.

Selain komoditas bumbu dapur, harga daging sapi di Banyumas ikut menguat karena terbatasnya pasokan ternak yang belum pulih pascamomentum Hari Raya Idul Adha.

"Pasokannya agak terbatas, sehingga harga daging sapi naik dari kisaran Rp170.000 per kilogram menjadi Rp180.000 per kg," katanya.

Tren pergerakan harga juga melanda komoditas beras curah akibat aksi petani menyimpan hasil panen guna mengamankan konsumsi mandiri saat memasuki musim paceklik dan menanti datangnya musim hujan.

Meski demikian, Gatot menjamin stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) besutan Bulog berada pada kondisi aman untuk menyokong kebutuhan harian warga.

"Namun untuk ketersediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog masih aman dan mencukupi kebutuhan," katanya.

Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Manis Purwokerto, harga cabai rawit merah telah menguat dari Rp72.500 menjadi Rp75.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting naik ke Rp55.000 per kilogram dan cabai merah besar ke level Rp60.000 per kilogram.

Adapun beras curah mengalami penyesuaian naik rata-rata Rp500 per kilogram, seperti jenis IR-64 biasa menjadi Rp15.000 per kilogram dan varietas IR-64 super menyentuh Rp17.000 per kilogram.

DPKUKM bersama dinas terkait memastikan pemantauan harga serta pasokan bahan pokok terus dilakukan guna mengendalikan laju inflasi daerah.

Terkini