Transaksi QRIS di BCA Melesat Tinggi Tetapi Literasi Tetap Diperlukan

Jumat, 11 September 2026 | 00:02:32 WIB
BCA Expo 2026.

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) alias BCA mengungkapkan bahwa transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kian diminati masyarakat sebagai instrumen pembayaran utama di Tanah Air.

Direktur BCA Santoso menyampaikan, peningkatan transaksi QRIS berjalan seiring dengan perluasan jangkauan akses pembayaran tersebut yang kini dapat digunakan di berbagai negara.

“Tren saat ini transaksi sudah sangat luar biasa terutama dengan QRIS. QRIS bukan hanya transaksi di Indonesia. QRIS sudah sebagai alat bayar sudah mencapai 52-53% dari yang memiliki rekening,” kata Santoso kepada wartawan usai pembukaan BCA Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (11/9/2026).

Kendati mengalami lonjakan pesat, ia menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan masyarakat dalam memanfaatkan metode pembayaran digital ini.

Menurut pandangannya, seluruh pemangku kepentingan mengemban tugas bersama untuk terus mengedukasi publik mengenai ragam instrumen pembayaran yang tersedia di Indonesia.

Bergulirnya transaksi masyarakat di berbagai sektor secara berkelanjutan dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan transaksi yang terus meningkat dengan berbagai macam [alat pembayaran], kami yakin bahwa ekonomi kami akan jauh lebih bangkit,” pungkas Santoso.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi transaksi ekonomi serta keuangan digital pada Juli 2026 tetap tumbuh solid berkat sokongan sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

Volume transaksi pembayaran digital secara nasional menembus 5,50 miliar transaksi atau tumbuh 28,69 persen secara tahunan (YoY) pada Juli 2026 berkat perluasan akseptasi di tingkat masyarakat.

“Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh 9,39% [yoy] dan 24,25% [yoy], termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 82,42% [yoy] didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” terang BI.

Terkini