Program Cegah Stunting di Gunungkidul Sasar Nutrisi hingga Sanitasi

Jumat, 11 September 2026 | 02:31:32 WIB
Ilustrasi Stunting.

JAKARTA - Stunting masih menjadi masalah kesehatan dasar yang perlu diantisipasi sejak dini. Langkah pencegahannya tidak hanya bergantung pada pemenuhan nutrisi yang berkualitas bagi anak semata.

Kesehatan ibu hamil, pola pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang, penerapan hidup bersih, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal turut menentukan keberhasilan pencegahan stunting.

Metode terpadu ini menjadi fondasi Program Pencegahan Stunting dan Sanitasi berbasis warga yang resmi dibuka di Desa Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta.

Program yang dijadwalkan berlangsung dari 2026 hingga 2028 ini memadukan bantuan gizi, edukasi warga, peningkatan kemampuan tenaga medis, serta pembenahan sanitasi.

Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, menyebutkan bahwa pelibatan warga sangat krusial agar penanganan stunting bisa disalurkan secara tepat sasaran.

Yayasan Cita Sehat bakal menggandeng bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberikan pendampingan langsung pada keluarga rentan.

Skema ini mengusung tiga pilar utama: nutrisi dan kesehatan, edukasi serta pelatihan, serta perbaikan fasilitas sanitasi dan layanan kesehatan dasar.

Agenda kegiatan yang disiapkan mencakup pendampingan ibu hamil dan menyusui, bantuan pangan bergizi, edukasi tumbuh kembang, hingga sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Faktor lingkungan turut menjadi fokus. Program ini memberikan bantuan penyediaan toilet layak, perbaikan fasilitas kesehatan, serta akses air bersih secara bertahap hingga 2028.

Di fase awal tahun 2026, program ini ditargetkan menyasar 275 penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, calon ibu, keluarga rentan, hingga petugas lapangan KB.

Saat peluncuran di Poskesdes Kedungkeris, tujuh paket alat pemantau tumbuh kembang diserahkan ke Posyandu setempat, disusul pembagian bantuan nutrisi.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyatakan bahwa pencegahan stunting memerlukan intervensi menyeluruh dan berkelanjutan.

"Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya Herbalife tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi perubahan perilaku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi," ujar Oktrianto dalam keterangannya.

Ia menambahkan, sinergi bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, warga, dan Yayasan Cita Sehat diharapkan membuat program berjalan efektif sesuai kebutuhan lapangan.

Kepala Desa Kedungkeris, Rusdi Martono, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak dalam menekan angka stunting di wilayahnya.

"Bangunan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi fasilitas dan sumber daya tambahan untuk memperkuat semangat serta upaya kami dalam mencegah stunting di Desa Kedungkeris," ujarnya.

Poskesdes Kedungkeris diresmikan pada Agustus 2026. Fasilitas ini dulunya merupakan Posyandu rakitan Herbalife yang dialihfungsikan atas arahan otoritas kesehatan setempat.

Melalui program tiga tahun ini, pencegahan stunting di Kedungkeris difokuskan pada gizi, penguatan edukasi warga, perbaikan layanan medis, serta sanitasi lingkungan.

Melalui skema terintegrasi ini, setiap keluarga diharapkan lebih siap menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga masa awal tumbuh kembang.

Terkini