Nova Widianto Kembali ke Pelatnas PBSI, Siap Bangkitkan Ganda Campuran

Jumat, 11 September 2026 | 04:25:31 WIB
Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Juru taktik sektor ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, menegaskan tekad bulatnya guna memulihkan kembali kejayaan prestasi bulu tangkis tanah air di pentas internasional seusai resmi kembali memperkuat jajaran kepelatihan Pelatnas PBSI. 

Langkah besar ini diambil oleh Nova Widianto usai menuntaskan masa pengabdian bersama Asosiasi Badminton Malaysia atau BAM yang telah ia jalani semenjak bulan Januari 2023 silam.

Selama berkarier di negeri jiran tersebut, Nova Widianto sukses mencatatkan tinta emas dengan mengantarkan pasangan ganda campuran Chen Tang Jie/Toh Ee Wei merengkuh gelar juara dunia pada tahun 2025, sebelum akhirnya merampungkan masa tugasnya pada penghujung Juli 2026 dan memutuskan pulang ke tanah air.

Pelatih kelahiran Klaten tersebut mengaku merasakan antusiasme tinggi bisa kembali mendapatkan kesempatan membina para atlet nasional di rumah sendiri. 

Walau demikian, ia menyadari sepenuhnya bahwa upaya membangkitkan performa sektor ganda campuran bukanlah perkara ringan setelah sempat mengalami tren penurunan prestasi dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir.

"Ada tugas berat di sini tapi biasa lah itu tantangan jadi saya sudah siap. Kami mencoba mengembalikan kejayaan mix double Indonesia," kata Nova, Kamis (11/9/2026).

Menurut pandangannya, proses kebangkitan ini wajib dimulai dari titik fondasi yang paling mendasar, yakni dengan membenahi pola pikir serta mentalitas bertanding para atlet demi menjaga konsistensi performa di lapangan.

"Ya kami mulai dari nol lagi. Jangan buat seperti yang kemarin-kemarin," ungkapnya melanjutkan.

Menghidupkan Kembali Legenda Masa Lalu

Tantangan besar yang membentang di depan mata ini sekaligus menjadi momentum penting guna menghidupkan kembali tradisi emas sektor ganda campuran yang dahulu pernah mendominasi di era kepelatihan Richard Mainaky. Di bawah kepemimpinan pelatih legendaris tersebut, sektor ini terbukti sukses menelurkan nama-nama besar berprestasi dunia.

Salah satu puncak prestasi gemilang ditorehkan melalui pasangan legendaris Nova Widianto/Liliyana Natsir yang sukses menyabet gelar juara dunia dua edisi berturut-turut pada tahun 2005 dan 2007, serta mempersembahkan medali perak bergengsi pada ajang Olimpiade Beijing 2008.

Estafet tradisi luar biasa tersebut kemudian dilanjutkan secara sempurna oleh pasangan andalan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil merajai panggung bulu tangkis dunia lewat raihan gelar juara dunia pada 2013 dan 2017, serta puncaknya kala merengkuh medali emas Olimpiade Rio 2016.

Membangun Optimisme Menuju Asian Games 2026

Kendati harus merintis ulang proses pembenahan dari titik awal, pelatih yang kini telah menginjak usia 48 tahun tersebut tetap menaruh optimisme tinggi menatap potensi besar yang dimiliki oleh barisan pemain muda Indonesia saat ini. Ia menekankan betapa pentingnya kerja sama serta kerja keras bersama antara jajaran pelatih dan atlet demi menggapai hasil optimal.

"Kami harus optimis, yakini, kalau mereka mau bekerja keras, dan saya pelatih juga bekerja keras, saya rasa tidak susah," pungkasnya.

Agenda fokus terdekat bagi sang pelatih saat ini adalah mempersiapkan skuad ganda campuran guna menghadapi kerasnya persaingan ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang dijadwalkan bergulir di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. 

PP PBSI sendiri telah memberikan mandat penuh kepada pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti untuk berjuang habis-habisan mengharumkan nama bangsa.

Terkini