Ketahui Penyebab Kulit Wajah Memerah Setelah Menggunakan Sunscreen

Jumat, 11 September 2026 | 04:43:02 WIB
Ilustrasi Pakai Sunscreen.

JAKARTA - Bagi sebagian orang, wajah bisa terlihat memerah atau terasa tidak nyaman setelah mengaplikasikan sunscreen. Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami alergi terhadap sunscreen.

Dokter kulit dari Cosmetic Skin Clinic, New Delhi, Dr. Karuna Malhotra mengatakan, kemerahan setelah memakai sunscreen bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan begitu saja.

“Kemerahan pada wajah setelah menggunakan sunscreen biasanya menunjukkan salah satu dari beberapa reaksi tertentu. Mengetahui penyebabnya penting karena penanganannya berbeda-beda,” ujar Dr Malhotra, dikutip dari Only My Health, Jumat (11/9/2026).

Lantas, apa saja penyebab wajah memerah setelah menggunakan sunscreen?

Penyebab kulit wajah memerah setelah pakai sunscreen

Reaksi alergi terhadap bahan tertentu

Kemerahan dapat menjadi tanda allergic contact dermatitis atau dermatitis kontak alergi. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap bahan tertentu dalam produk sunscreen.

Beberapa kandungan yang berpotensi memicu alergi pada orang yang sensitif antara lain filter ultraviolet kimia, pewangi, dan bahan pengawet.

Selain wajah memerah, reaksi dapat disertai rasa gatal, bintil kecil, atau ruam. Gejalanya bisa muncul dalam hitungan menit hingga satu atau dua hari setelah produk digunakan.

Usually, reaksi berkaitan dengan produk atau bahan tertentu sehingga mengganti formulasi dapat membantu menghindari masalah serupa. Sunscreen berbahan kimia lebih sering dikaitkan dengan reaksi alergi dibandingkan sunscreen mineral.

Bagi pemilik kulit sensitif atau eksim, sunscreen dengan bahan mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan.

Kulit mengalami iritasi

Penyebab lain yang lebih umum adalah irritant contact dermatitis, yakni iritasi akibat produk yang secara langsung mengganggu lapisan pelindung kulit.

Kondisi ini berbeda dari alergi karena tidak melibatkan respons sistem kekebalan terhadap bahan tertentu.

Kandungan seperti alkohol dan parfum, serta tekstur produk yang terlalu berminyak atau oklusif, dapat mengganggu skin barrier, terutama pada kulit yang sensitif atau sedang mengalami masalah.

Kemerahan biasanya muncul dengan cepat setelah sunscreen diaplikasikan.

Berbeda dari alergi yang cenderung terasa gatal, iritasi lebih sering ditandai dengan rasa perih, menyengat, atau kulit terasa tertarik. Keluhan juga dapat mereda setelah produk dibersihkan.

Risiko iritasi semakin besar jika skin barrier sebelumnya sudah terganggu, misalnya akibat terlalu sering melakukan eksfoliasi, penggunaan produk untuk jerawat aktif, atau kondisi eksim.

Terjadi flushing sementara pada kulit

Tidak semua wajah memerah setelah menggunakan sunscreen menandakan alergi atau kerusakan kulit. Pada sebagian orang, kemerahan dapat terjadi sebagai respons pembuluh darah sementara.

Bahan tertentu yang umum ditemukan dalam produk perawatan kulit, termasuk niacinamide, dapat menyebabkan flushing pada individu tertentu.

Reaksi biasanya berupa kulit memerah disertai rasa hangat, kesemutan, atau sedikit panas.

“Kondisi ini biasanya menyebabkan kemerahan dan sensasi hangat, kesemutan, atau sedikit panas, tetapi tidak menimbulkan ruam atau bintil yang menetap dan biasanya memudar dalam 20 hingga 30 menit,” ungkap Dr Malhotra.

Kemerahan sementara juga dapat dipicu oleh panas dan gesekan saat mengoleskan produk, terutama pada sunscreen dengan tekstur gel atau berbahan alkohol.

Peningkatan aliran darah ke permukaan kulit tersebut umumnya tidak menunjukkan kerusakan kulit.

Dengan demikian, penting untuk memperhatikan durasi dan gejala yang menyertai kemerahan.

Jika wajah terus memerah, muncul ruam, gatal berat, bengkak, atau keluhan berulang setiap menggunakan produk tertentu, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebabnya dan memilih sunscreen yang lebih sesuai.

Terkini