Minyak Dunia Melonjak, Pertamina Ungkap Potensi Kenaikan Pertamax

Sabtu, 12 September 2026 | 20:22:02 WIB
PT Pertamina Patra Niaga [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga membeberkan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax yang diprediksi sanggup menyentuh rentang Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Proyeksi tersebut mengemuka menyusul reli harga minyak mentah acuan dunia.

Pada Jumat (11/9/2026), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 ditutup terkoreksi US$ 3,02 atau 2,81% menuju level US$ 104,61 per barel. Berjalan searah, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 juga ditutup merosot US$ 2,43 atau 2,37% ke posisi US$ 100,05 per barel.

Dua instrumen minyak mentah acuan tersebut sukses bertahan menetap di level US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei 2026.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto menerangkan bahwa eskalasi kondisi geopolitik saat ini bertindak sebagai pemantik melonjaknya harga minyak. Jika dikomparasikan, Eko menilai konflik di kawasan Timur Tengah beserta tensi di Selat Hormuz saat ini memicu efek yang jauh lebih berat dibanding perang Ukraina-Rusia.

"Dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini. Dengan adanya perang di Timur Tengah, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, juga terhadap harga yang saat ini belum stabil ya," kata Eko dalam temu media di Terminal BBM Rewulu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia memaparkan bahwasanya dinamika tersebut turut berimbas pada kenaikan harga BBM. Bahkan, terbuka peluang bagi harga Pertamax untuk merangkak hingga Rp20.000 per liter jika gejolak geopolitik tak kunjung mereda dan banderol minyak dunia belum melandai kembali ke rentang US$ 60-US$ 70 per barel.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan di kisaran antara di angka Rp 18.000 sampai Rp 20.000 karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," jelas Eko.

Walau begitu, Eko menaruh harapan agar harga minyak global dapat kembali melandai ke level US$ 60-US$ 70 per barel supaya harga BBM domestik tidak terus merambat naik.

"Jadi kalau berharap turun ke US$ 70 per barel atau US$ 60 dolar per barel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kami doakan semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," imbuh dia.

Sebagai catatan, hingga saat ini patokan harga Pertamax masih tertahan pada posisi Rp15.950 per liter untuk area wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Terkini

PSSI Gandeng Ajax Amsterdam untuk Pantau Bakat Pemain Muda

Sabtu, 12 September 2026 | 22:09:01 WIB

PSSI Gandeng Ajax Amsterdam untuk Program Pertukaran Pelatih

Sabtu, 12 September 2026 | 22:04:02 WIB

Libra, Sagitarius, dan Pisces Diprediksi Beruntung

Sabtu, 12 September 2026 | 21:54:31 WIB

Ini 5 Proses Penting Otak dan Tubuh Saat Tidur

Sabtu, 12 September 2026 | 21:49:32 WIB