Waspada Gelombang Tinggi Perairan Baubau dan Wakatobi 13–16 September

Minggu, 13 September 2026 | 09:37:32 WIB
Ilustrasi Gelombang di Perairan Sulawesi Tenggara.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengingatkan masyarakat umum serta pengguna moda transportasi laut untuk mengantisipasi potensi gelombang tinggi di kawasan Perairan Baubau dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), selama rentang tiga hari mendatang.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Syamsuddin Jufri sewaktu dikonfirmasi dari Kendari, Minggu, menjelaskan peringatan dini gelombang tinggi dengan estimasi ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter tersebut aktif sejak 13 September 2026 jam 08.00 WITA hingga 16 September 2026 jam 08.00 WITA.

"Hasil analisis analisis kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot," kata Syamsuddin Jufri.

Ia menerangkan laju angin maksimal yang berpeluang memicu ombak tinggi diprediksi sanggup menyentuh 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort, utamanya di wilayah Perairan Baubau, Perairan Wakatobi sisi timur, hingga Laut Banda timur Wakatobi.

"Selain wilayah Baubau dan Wakatobi (bagian timur maupun barat), potensi gelombang sedang hingga tinggi tersebut juga berpeluang terjadi di Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, serta Laut Banda Timur Wawonii," ujarnya.

Mengenai situasi lautan itu, lembaga BMKG menekankan tingginya bahaya ancaman pada keselamatan moda pelayaran, terkhusus nelayan tradisional maupun pengemudi kapal ukuran kecil.

"Risiko terhadap keselamatan pelayaran sangat tinggi bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sedangkan untuk kapal tongkang, risiko terjadi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter," sebut Syamsuddin Jufri.

Oleh sebab itu BMKG mengimbau warga pesisir, para nelayan, hingga pihak penyedia layanan transportasi laut di Perairan Baubau, Wakatobi, dan wilayah sekitarnya untuk senantiasa mendahulukan aspek keselamatan serta mengecek kabar terkini seputar cuaca maritim resmi milik BMKG.

Terkini