Pertamina Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Pengujung 2026

Minggu, 13 September 2026 | 12:27:31 WIB
Ilustrasi Pom Bensin Pertamina.

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap stabil tanpa mengalami kenaikan hingga pengujung tahun 2026, selaras dengan arahan Pemerintah. Kepastian tersebut terus dipertahankan di tengah pergerakan indikator pembentuk harga BBM, seperti harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pemerintah sendiri telah menegaskan tidak ada penyesuaian naik pada tarif BBM subsidi hingga akhir 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi Pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga energi serta menopang daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian pasar energi global.

Sementara untuk Jenis BBM Umum (JBU) atau produk nonsubsidi, penetapan harganya tetap berpatokan pada formula acuan yang dikeluarkan Pemerintah. Skema penyesuaian harga JBU tersebut berjalan dengan mengikuti regulasi serta mekanisme ketentuan yang berlaku.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026. Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah,” ujar Kitty Andhora, VP Communication Pertamina Patra Niaga, Sabtu (12/9/2026).

Pertamina Patra Niaga terus memegang teguh komitmen untuk mematuhi setiap arahan Pemerintah terkait struktur harga maupun distribusi BBM, guna menjamin kelancaran pasokan energi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah dunia merangkak naik imbas kembali memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Bahkan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, nilainya menembus posisi 100 dolar AS per barel.

Tingginya harga bahan baku mentah tersebut berpotensi memberi dampak terhadap harga jual BBM nasional, mengingat Indonesia masih berstatus sebagai pengimpor minyak mentah dan produk BBM.

Terkini