Pelaku Pelayaran Diminta Waspadai Gelombang Tinggi 14-17 September

Senin, 14 September 2026 | 19:01:32 WIB
Ilustrasi, sejumlah perahu nelayan rusak akibat diterjang gelombang tinggi belum lama ini

JAKARTA - Para pelaku pelayaran kapal angkutan penumpang, pariwisata, hingga nelayan imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut setinggi 1 hingga 4 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena ini melanda perairan Indonesia pada 14-17 September.

"Pola angin dan peningkatan kecepatan angin terpantau memicu tinggi gelombang harian yang dapat mengancam keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Agie menjelaskan bahwa pergerakan angin di wilayah utara ekuator bertiup dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan berkisar 4-25 knot. Sementara itu, di area selatan ekuator, angin bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Tim meteorologi maritim BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi saat ini terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku utara, serta Laut Arafuru.

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di berbagai perairan, seperti Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Di sisi lain, peluang gelombang sangat tinggi pada kisaran 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Selat Malaka bagian utara. Kondisi serupa berpotensi melanda Samudra Hindia dari barat Aceh, Kepulauan Nias, Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga kawasan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

BMKG memperingatkan bahwa perahu nelayan rentan celaka apabila beroperasi pada kecepatan angin di atas 15 knot dengan ketinggian gelombang melebihi 1,25 meter.

Risiko bagi kapal tongkang meningkat saat angin berembus di atas 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter. Adapun kapal feri atau angkutan penumpang berisiko tinggi ketika angin menembus 21 knot serta gelombang melebihi 2,5 meter.

"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir juga diminta untuk tetap waspada guna mengantisipasi dampak gelombang tinggi selama beberapa hari ke depan," kata Agie.

Terkini