BPS Sebut Harga Daging Ayam Telur dan Beras Naik di September 2026

Senin, 14 September 2026 | 20:46:02 WIB
Ilustrasi Penjual daging ayam.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan utama pada pekan kedua September 2026, mencakup daging ayam ras, telur ayam ras, beras, hingga minyak goreng.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras naik 3,04 persen per 11 September 2026. Tren Kenaikan ini terjadi di 227 kabupaten/kota atau mencakup 63,06 persen wilayah Indonesia.

"Daging ayam ras perlu mendapat perhatian, karena kenaikannya 3,04 persen dan juga sudah di atas HAP untuk daging ayam ras," kata Ateng di Jakarta, Senin.

Secara nasional, rata-rata harga daging ayam ras telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, yakni menyentuh Rp41.935 per kilogram dari standar HAP Rp40.000 per kilogram.

Rangkaian daerah yang mencatatkan Lonjakan harga daging ayam tergolong tinggi antara lain Kabupaten Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Nias Utara, Kutai Timur, Sarmi, serta Samosir.

Sementara itu, IPH telur ayam ras terdata naik 0,79 persen yang melanda 153 kabupaten/kota atau sekitar 42,50 persen wilayah di Indonesia.

Meskipun rerata harga nasional telur ayam ras di kisaran Rp29.489 masih di bawah batas HAP, Ateng menekankan eskalasi ini tetap perlu diantisipasi mengingat tren kenaikannya berlanjut dari bulan sebelumnya di banyak daerah.

"Walaupun secara HAP, masih di bawah HAP konsumen, tetapi perlu untuk diperhatikan karena bulan yang lalu juga mengalami peningkatan dan dari sisi jumlah kabupaten kotanya cukup banyak," kata Ateng.

Di sektor komoditas beras, BPS mengalkulasi kenaikan IPH beras medium sebesar 0,67 persen dan beras kualitas premium sebesar 0,60 persen. Kenaikan harga beras melambung tinggi di beberapa lokasi spesifik.

Kabupaten Yahukimo menjadi sorotan lantaran IPH beras semua kualitas melonjak hingga 47,94 persen, diikuti Kabupaten Mahakam Ulu yang merangkak naik 12,71 persen.

Kenaikan harga beras melampaui 5 persen turut teridentifikasi di Minahasa, Tulang Bawang, Kabupaten Semarang, Hulu Sungai Selatan, Rokan Hulu, serta Seluma.

Di sisi lain, komoditas minyak goreng mencatatkan kenaikan IPH tipis 0,13 persen yang tersebar di 81 kabupaten/kota. Rerata harga minyak goreng semua varian kini Rp20.241 per liter, naik dari posisi Agustus 2026 di angka Rp20.215 per liter.

Uniknya, minyak goreng MinyaKita justru terkoreksi turun tipis 0,03 persen dengan harga rata-rata Rp16.337 per liter, meski masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Kenaikan MinyaKita yang menonjol masih dijumpai di Kabupaten Nagekeo dan Buton Tengah.

"Untuk minyak goreng juga naik 0,13 persen. Ada 81 kabupaten-kota yang mengalami peningkatan. Walaupun demikian, untuk MinyaKita mengalami penurunan kecil 0,03 persen," kata Ateng.

Terkini