KAI Ajak Publik Menelusuri Sejarah Perkeretaapian Kedungjati Tuntang

Senin, 14 September 2026 | 21:18:31 WIB
KAI Explore Kedungjati Tuntang.

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar agenda KAI Explore: Eksplorasi Stasiun Kedungjati dan Stasiun Tuntang untuk mengajak publik mendalami jejak sejarah perkeretaapian nasional di lintas Kedungjati–Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Program tematik yang berlangsung selama dua hari pada September 2026 ini melibatkan komunitas penulis, pembuat konten, hingga pegiat sejarah dan kereta api guna menyaksikan langsung peninggalan heritage serta potensi kawasan tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menuturkan bahwa perjalanan panjang moda perkeretaapian Indonesia menyimpan berbagai narasi sejarah yang melekat pada stasiun, jalur, serta lingkungan sekitarnya.

“Melalui KAI Explore, masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjalanan panjang kereta api Indonesia. Itu termasuk jalur Kedungjati–Tuntang yang memiliki nilai sejarah sejak masa awal perkembangan perkeretaapian di Indonesia,” ujar Anne kepada RRI, Minggu 13 September 2026.

Jalur Kedungjati–Tuntang memegang peranan penting dalam riwayat pembangunan rel kereta di Pulau Jawa. Lintasan yang mengoperasikan rute Kedungjati menuju Ambarawa ini dirancang oleh NIS dan resmi difungsikan sejak 21 Mei 1873.

Kala itu, koridor tersebut menjadi urat nadi penghubung yang mempertemukan daerah Kedungjati dengan wilayah Ambarawa beserta zona sekitarnya.

Menyambut momentum peringatan 159 tahun hadirnya perkeretaapian di Indonesia, para peserta KAI Explore diajak menyelami transformasi layanan kereta api dari masa ke masa melalui kunjungan lapangan, diskusi bersama pemangku kepentingan, hingga penjelajahan potensi lokal.

Stasiun Kedungjati sendiri merupakan salah satu simpul vital dalam jaringan transportasi rel di Jawa Tengah. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, stasiun ini mencatatkan volume 13.132 aktivitas pengguna, yang mencakup 6.700 penumpang berangkat dan 6.432 penumpang turun.

Terkini