Ketahui Langkah Antam Dorong Industri dan Ekonomi Lewat Hilirisasi

Senin, 14 September 2026 | 22:50:02 WIB
Ilustrasi Emas Antam.

JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menilai bahwa program hilirisasi mineral yang berlandaskan keberlanjutan lingkungan dapat memacu kemajuan sektor industri sekaligus membuka kesempatan bagi peningkatan taraf ekonomi warga.

“Bagi Antam, setiap mineral memiliki perjalanan, mulai dari mine, kemudian diolah menjadi value, dan pada akhirnya harus memberikan meaning. Artinya, sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Corporate Secretary PT Antam Wisnu Danandi Haryanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Wisnu berpandangan bahwa proses hilirisasi berhasil memperpanjang rantai pengolahan di dalam negeri melalui komoditas bauksit, nikel, hingga komponen baterai. Hal ini dinilai mampu melapangkan jalan bagi masuknya investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, alih teknologi, serta pertumbuhan industri penyokong.

Menurut penjelasannya, agenda hilirisasi tidak sebatas mendirikan pabrik pemurnian maupun pengolahan, melainkan juga menumbuhkan geliat perekonomian anyar di setiap fase pengolahan mineral lokal.

“Rantai pengolahan yang semakin panjang memungkinkan mineral yang semula memiliki nilai ekonomi terbatas menjadi bahan baku bagi berbagai industri strategis sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi,” ujarnya.

Perubahan mendasar tersebut, sambung Wisnu, di antaranya tercermin pada komoditas nikel dan bauksit. Bauksit kini dapat dimurnikan menjadi alumina lalu aluminium untuk beragam kebutuhan industri, sementara nikel dapat ditransformasikan menjadi barang turunan bernilai tinggi, seperti bahan baku ekosistem baterai kendaraan listrik.

“Pengembangan industri pengolahan mineral juga berpotensi menciptakan efek berganda karena membutuhkan rantai pasok, tenaga kerja dengan kompetensi baru, jasa pendukung, infrastruktur, serta kegiatan ekonomi lain di sekitar kawasan industri,” katanya.

Wisnu menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan dunia pertambangan tidak lagi sekadar dihitung dari volume komoditas yang diproduksi, tetapi dari seberapa besar dampak positif lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dirasakan dalam jangka panjang.

“Ukuran keberhasilan pertambangan bukan hanya apa yang dapat dihasilkan hari ini, tetapi juga manfaat yang dapat kami tinggalkan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang,” ujarnya.

Di sisi lain, Department Head Corporate Communication Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID Pratiwa Dyatmika menyampaikan bahwa hilirisasi memegang peranan krusial dalam mempererat konektivitas antara lapangan pertambangan dengan industri nasional.

“Hilirisasi menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri. Pertambangan bukan hanya mengenai komoditas yang dihasilkan, tetapi bagaimana kekayaan mineral tersebut dapat memperkuat industri, mendukung kemandirian nasional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Terkini