Ketahui Harga Pangan Cirebon Naik Dipicu Lonjakan Cabai Keriting Ini

Senin, 14 September 2026 | 22:55:01 WIB
Ilustrasi Cabai Keriting.

JAKARTA — Banderol sejumlah kebutuhan komoditas pangan di Kabupaten Cirebon merangkak naik pada Senin (14/9/2026). Lonjakan harga paling tajam melanda komoditas cabai merah keriting yang melambung hingga 15,54 persen dalam jangka waktu sehari menjadi Rp50.550 per kilogram.

Mengutip data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, banderol cabai merah keriting terkerek sekitar Rp6.800 per kilogram jika dibandingkan dengan catatan harga hari sebelumnya.

Eskalasi harga turut menimpa tiga varian cabai lainnya. Harga cabai rawit merah terkerek naik 5,15 persen atau senilai Rp3.850 menjadi Rp78.600 per kilogram. Cabai merah besar terangkat 2,85 persen atau senilai Rp1.300 menjadi Rp46.900 per kilogram, sementara cabai rawit hijau naik 1,93 persen atau senilai Rp950 menjadi Rp50.300 per kilogram.

Tren kenaikan harga juga melanda deretan komoditas pangan lain walau dengan persentase yang relatif terbatas. Komoditas bawang putih ukuran sedang merangkak naik 0,39 persen atau Rp150 menjadi Rp38.600 per kilogram.

Pada kelompok komoditas beras, penyesuaian harga ke atas dialami oleh beberapa tingkatan kualitas. Beras kualitas bawah II naik 0,36 persen atau Rp50 menjadi Rp14.100 per kilogram. Beras kualitas medium I terangkat 0,32 persen menjadi Rp15.850 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II merangkak naik 0,33 persen menjadi Rp15.200 per kilogram.

Komoditas telur ayam ras segar juga mencatatkan penguatan harga sebesar 1,53 persen atau senilai Rp400 hingga menyentuh angka Rp26.550 per kilogram.

Kendati demikian, tidak seluruh bahan kebutuhan pokok mengalami penguatan harga. Banderol bawang merah ukuran sedang justru terkoreksi turun 2,95 persen atau berkurang sekitar Rp1.000 menjadi Rp32.850 per kilogram.

Di samping itu, komoditas daging ayam ras segar menyusut harganya sebesar 2,77 persen atau turun sekitar Rp1.150 menjadi Rp40.300 per kilogram.

Adapun sejumlah bahan pangan utama lainnya dilaporkan bertahan dalam kondisi stagnan. Beberapa di antaranya meliputi beras kualitas bawah I, beras kualitas super I dan II, daging sapi kualitas I dan II, gula pasir premium, gula pasir lokal, hingga minyak goreng kemasan maupun curah.

Terkini