Wamenlu Sebut Bulgaria Ingin Jadi Pintu Masuk Produk RI ke Eropa

Selasa, 15 September 2026 | 19:11:02 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta membeberkan informasi bahwa pihak negara Bulgaria menyatakan minatnya untuk memposisikan diri sebagai pintu gerbang masuk utama bagi berbagai lini produk asal Indonesia menuju kawasan pasar Uni Eropa, yang turut mencakup penguatan kerja sama di bidang agroindustri serta sektor logistik.

Topik krusial ini menjadi salah satu pokok bahasan utama yang dikupas secara mendalam dalam agenda pertemuan antara Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dengan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus merangkap sebagai Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, bertempat di lingkungan Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada hari Senin (14/09/2026).

"Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik, dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau market di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta,” jelas Anis usai pertemuan, dikutip dari keterangan tertulis.

Menurut pemaparan Anis, substansi pembahasan dalam pertemuan strategis tersebut difokuskan pada upaya penjajakan konkret guna mendongkrak volume perdagangan serta investasi bilateral yang jauh lebih bernilai strategis.

Selain itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, yang turut mendampingi dalam jalannya pertemuan tersebut, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menaruh harapan besar terhadap dukungan penuh pihak Bulgaria bagi kelancaran proses penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menurutnya, perolehan dukungan politis tersebut diyakini akan semakin membukakan lebar pintu peluang ekspansi kerja sama bilateral di sektor pangan serta transfer penguasaan teknologi.

“Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027, di mana kami berharap support dari Bulgaria,” ujar Dyah Roro Esti.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar turut memaparkan bahwa peluang kerja sama konkret juga terbuka lebar untuk dikembangkan melalui agenda pertemuan serta program pertukaran langsung di antara para pelaku sektor ekonomi kreatif dari kedua negara.

Sebagai contoh nyata implementasinya, dirinya menyebutkan salah satu langkah inisiatif melalui pemberian undangan resmi kepada delegasi Bulgaria untuk dapat hadir berpartisipasi dalam ajang bergengsi World Conference on Creative Economy (WCCE).

“Kalau dari sektor ekonomi kreatif, tadi salah satunya tentu kami mengundang delegasi dari Bulgaria untuk datang ke World Conference on Creative Economy,” kata Irene.

Wapres Gibran sambut DPM Bulgaria Ketika menyambut kedatangan resmi DPM Bulgaria sehari sebelumnya, Wapres Gibran menyampaikan ekspresi harapan agar momentum kunjungan penting ini mampu semakin memperkokoh fondasi hubungan bilateral antara Indonesia dan Bulgaria.

Menyongsong peringatan tonggak sejarah 70 tahun jalinan hubungan diplomatik di antara kedua negara, dirinya berharap ragam kerja sama di bidang perdagangan, investasi pertahanan, penguasaan teknologi, hingga sektor ekonomi kreatif dapat terjalin semakin erat.

“Selamat datang di Indonesia. Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” ujar Wapres Gibran.

Di samping itu, beliau juga menitipkan pesan penyampaian salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto khusus ditujukan kepada DPM Bulgaria. Lebih lanjut, Gibran turut menyampaikan ucapan selamat menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Bulgaria yang dijadwalkan akan diperingati pada tanggal 22 September mendatang.

“Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” lanjut Wapres.

Terkini