ONLINEKINI.ID — Indiana football menutup pekan ketiga musim 2026 dengan kemenangan 38-0 atas Western Kentucky di Memorial Stadium, Bloomington. Skor itu terlihat meyakinkan, tetapi jalannya pertandingan menyimpan banyak keanehan yang harus segera dibenahi sebelum Big Ten dimulai.
Kemenangan 38-0 atas Western Kentucky membuat Indiana Hoosiers menyapu bersih tiga pekan awal musim 2026. Namun, angka di papan skor tidak sepenuhnya menggambarkan performa tim asuhan Curt Cignetti tersebut.
Babak pertama berjalan lambat. Indiana hanya unggul 14-0 saat turun minum, dan touchdown kedua datang berkat intersepsi di menit-menit akhir.
Josh Hoover Hadapi Ujian Pertama yang Sebenarnya
Selama dua pekan sebelumnya, quarterback baru Indiana itu nyaris tanpa tekanan. Ia mencetak empat touchdown masing-masing melawan North Texas dan Howard dengan rata-rata 14,4 dan 13,2 yard per penyelesaian.
Western Kentucky memaksa Hoover bekerja lebih keras. Ia melepas 24 operan, menyelesaikan 18 di antaranya untuk 273 yard dan dua touchdown.
Cignetti memang ingin melihat Hoover bermain lebih disiplin dalam kerangka ofensif. Hasilnya masih campur aduk. Banyak penyelesaian Hoover berupa lemparan cepat yang membebankan pekerjaan ekstra pada penerima setelah menangkap bola.
Ketika mencoba melempar ke area menengah di luar 10 yard, akurasi Hoover terlihat melenceng dan tidak memberi penerimanya posisi ideal untuk maju.
Charlie Becker Jadi Pengembali Punt, Keputusan yang Mengundang Tanya
Tyler Morris beberapa kali gagal mengamankan punt pekan lalu. Posisinya kemudian diisi Charlie Becker, penerima utama Indiana.
Sisi positifnya jelas: Becker bisa menangkap bola. Sisi negatifnya, Indiana jelas lebih membutuhkan Becker di lini ofensif ketimbang menanggung risiko cedera saat mengembalikan punt.
Melawan Western Kentucky, Becker hanya mengembalikan satu punt sejauh 17 yard. Hoosiers sebaiknya segera mencari solusi pengembali punt yang bukan penerima terbaik mereka.
Turbo Richard dan Ruang Gerak yang Belum Dimaksimalkan
Turbo Richard adalah tipe running back yang sangat berbeda dari Roman Hemby dan Kaelon Black pada 2025. Indiana menyusun permainan sesuai karakter tersebut.
Membuat Richard mendapat ruang gerak menjadi prioritas tiga pekan terakhir. Ia rata-rata mencetak 9,9 yard per carry, angka yang luar biasa.
Meski begitu, Indiana tidak memberinya bola sesering yang mungkin diharapkan. Itu tampak disengaja. Staf pelatih ingin memaksa Hoover membuat permainan lewat udara demi menjaga drive tetap hidup.
Yang Harus Dibenahi Sebelum Big Ten
Indiana sudah tahu Richard mampu tampil produktif dalam kondisi seperti ini. Yang belum terjawab adalah apakah Hoover bisa membuat permainan besar pada down ketiga dan keempat.
Big Ten menanti, dan ujian sesungguhnya baru akan dimulai.