Barcelona

Persaingan Gelar La Liga: Barcelona dan Real Madrid Saling Sikut

Persaingan Gelar La Liga: Barcelona dan Real Madrid Saling Sikut
Persaingan Gelar La Liga: Barcelona dan Real Madrid Saling Sikut

JAKARTA - Peta persaingan menuju takhta juara Liga Spanyol musim 2025/2026 semakin mengerucut pada duel klasik dua raksasa abadi. Memasuki akhir pekan ke-22, tensi di papan atas klasemen tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Baik sang pemuncak klasemen maupun pengejar terdekatnya sama-sama menunjukkan konsistensi luar biasa, menciptakan jarak yang kian lebar dengan para pesaing lainnya di zona Liga Champions.

Dua tim teratas klasemen sementara Liga Spanyol masih berlari kencang, setelah dimainkannya pertandingan-pertandingan pekan ke-22 pada akhir pekan lalu. Fenomena ini menegaskan bahwa perburuan gelar juara musim ini kemungkinan besar akan ditentukan hingga pekan-pekan terakhir, mengingat selisih poin yang sangat tipis di antara keduanya.

Dominasi Barcelona dan Real Madrid di Puncak Klasemen

Barcelona terus menunjukkan taringnya sebagai kandidat terkuat peraih gelar musim ini. Bertandang ke markas lawan, tim asuhan Hansi Flick ini tampil tanpa celah untuk mengamankan poin penuh. Pemuncak klasemen Liga Spanyol, Barcelona, tidak mengalami kesulitan saat dijamu Elche dan membawa pulang kemenangan 3-1. Hasil positif ini membuat Blaugrana kini berada di pucuk dengan koleksi 55 poin, mempertahankan momentum positif mereka di jalur juara.

Namun, langkah Barcelona tidak dibiarkan melenggang dengan tenang. Real Madrid terus menempel ketat di spion belakang. Tim posisi kedua, Real Madrid, tidak membiarkan Barca berlari sendirian. Los Blancos menang 2-1 atas Rayo Vallecano, sebuah kemenangan krusial yang memastikan mereka tetap dalam jarak serang. Saat ini, Madrid kini hanya tertinggal satu poin dari Barcelona, dengan koleksi 54 poin. Persaingan "kucing dan tikus" ini menjadi sajian utama yang paling dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Keterpurukan Atletico Madrid dan Villarreal di Empat Besar

Kontras dengan dua tim teratas, klub-klub yang menghuni posisi ketiga dan keempat justru mulai kehilangan bensin. Rival sekota Real, Atletico Madrid, yang berada di posisi ketiga, gagal meneruskan tren kemenangannya. Skuad asuhan Diego Simeone harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 0-0 oleh Levante. Dampaknya sangat terasa di papan klasemen, di mana Los Rojiblancos kini tertinggal cukup jauh dari dua tim teratas, dengan koleksi 45 poin.

Nasib serupa dialami oleh tim peringkat keempat Villarreal yang memperpanjang catatan tiga hasil nir kemenangannya. Tim berjuluk The Yellow Submarine tersebut gagal memaksimalkan laga tandang mereka dan hanya mampu bermain imbang 2-2 di markas Osasuna. Villarreal kini mengantongi 42 poin, posisi yang mulai rentan diusik oleh tim-tim di bawahnya yang sedang mencoba merangsek ke zona Eropa.

Dinamika Zona Eropa: Kebangkitan Betis dan Krisis Espanyol

Di bawah empat besar, persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa juga tidak kalah sengit. Real Betis yang berada di posisi kelima, berhasil kembali ke jalur kemenangan berkat kemenangan 2-1 atas Valencia. Tambahan tiga poin ini sangat krusial bagi Betis yang kini memiliki total 35 poin, sekaligus menjauhkan diri dari kejaran tim di bawahnya.

Kondisi sebaliknya dialami oleh satu tim zona Eropa lainnya, Espanyol. Tim asal Katalan tersebut tampak sedang berada dalam tren negatif yang mengkhawatirkan setelah menelan kekalahan ketiga beruntunnya saat mereka takluk 1-2 dari Alaves. Meski masih bertahan di posisi keenam dengan 34 poin, posisi Espanyol terancam goyah jika mereka tidak segera melakukan pembenahan di pekan-pekan mendatang.

Pertarungan Hidup Mati di Zona Degradasi

Beralih ke papan bawah, drama perjuangan untuk tetap bertahan di kasta tertinggi mulai membuahkan kejutan. Tim juru kunci Oviedo meraih kemenangan ketiganya musim ini, saat mereka menang 1-0 atas Girona. Meski Oviedo tetap berada di dasar klasemen dengan 16 poin, hasil ini memberikan secercah harapan karena mereka kini hanya tertinggal enam poin dari zona aman.

Sementara itu, persaingan untuk keluar dari zona merah semakin ketat. Levante yang bermain imbang 0-0 dengan Atletico Madrid, kini berada di posisi ke-19 dengan 18 poin. Posisi mereka masih sangat dinamis mengingat tim-tim di zona merah memiliki selisih poin yang sangat rapat satu sama lain.

Sedangkan satu tim zona merah lainnya, Mallorca, belum memainkan pertandingan pekan ke-22nya. Mallorca dijadwalkan akan menjamu Sevilla pada Selasa dini hari WIB. Laga tersebut akan sangat menentukan apakah Mallorca mampu menggeser rival-rivalnya di zona degradasi atau justru semakin terbenam di papan bawah.

Dengan situasi klasemen yang sangat cair, setiap poin kini menjadi sangat berharga, baik bagi tim-tim yang memperebutkan mahkota juara maupun mereka yang bertarung demi harga diri untuk tetap berkompetisi di kasta tertinggi Liga Spanyol musim depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index