UFC

Alexander Volkanovski Pertahankan Sabuk Juara Usai Tekuk Diego Lopes

Alexander Volkanovski Pertahankan Sabuk Juara Usai Tekuk Diego Lopes
Alexander Volkanovski Pertahankan Sabuk Juara Usai Tekuk Diego Lopes

JAKARTA - Oktagon UFC kembali menjadi saksi keperkasaan salah satu petarung terbaik sepanjang masa di kelas bulu. Alexander Volkanovski, sang pemegang takhta, baru saja menuntaskan ujian berat dalam kariernya saat berhadapan dengan penantang tangguh, Diego Lopes, di ajang UFC 325. Pertarungan yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026 ini, bukan sekadar perebutan sabuk emas, melainkan pembuktian kekuatan mental bagi seorang juara sejati.

Alexander Volkanovski kembali menunjukkan mental juara saat tampil di ajang UFC 325 yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026. Dalam laga tersebut, Volkanovski sukses mempertahankan sabuk juara setelah menghadapi tantangan serius dari Diego Lopes. Duel ini memenuhi ekspektasi para penggemar seni bela diri campuran (MMA) di seluruh dunia dengan intensitas yang terjaga sejak menit awal hingga bel akhir berbunyi.

Taktik Hati-Hati di Ronde Pembuka

Pertarungan berlangsung ketat sejak ronde pembuka. Kedua petarung terlihat berhati-hati dalam membangun serangan, saling membaca pergerakan lawan sebelum melepaskan kombinasi pukulan maupun tendangan. Kedewasaan bertarung Volkanovski terlihat jelas di sini, di mana ia tidak terburu-buru merangsek masuk, melainkan memetakan jangkauan serangan Lopes yang dikenal memiliki daya ledak tinggi.

Meski tempo cukup tinggi, belum ada serangan yang benar-benar mampu menjatuhkan atau memberi kerusakan signifikan di awal laga. Kehati-hatian ini menjadi bagian dari strategi catur di dalam oktagon, di mana satu kesalahan kecil bisa berarti akhir dari malam bagi salah satu petarung. Lopes, yang datang sebagai penantang, tampak disiplin dalam menjaga jarak, sementara Volkanovski terus mencari celah untuk melepaskan leg kick khasnya.

Dominasi Volkanovski dan Perlawanan Gigih Diego Lopes

Memasuki paruh akhir ronde pertama, intensitas mulai meningkat. Volkanovski mulai mengambil inisiatif dengan menekan Lopes ke sisi oktagon. Pengalaman bertanding dalam laga-laga besar membuat petarung berjuluk "The Great" ini tahu kapan harus mengubah ritme. Sang juara sempat menguasai posisi dan mengurung penantangnya dalam situasi sulit, mencoba memaksa Lopes melakukan kesalahan saat terdesak di pagar kawat.

Namun, Lopes menunjukkan daya juang tinggi dengan berhasil melepaskan diri dan kembali terlibat dalam jual beli serangan hingga bel ronde berbunyi. Keberhasilan Lopes keluar dari tekanan Volkanovski mengundang decak kagum penonton, membuktikan bahwa dirinya memang layak berada di jajaran elite divisi kelas bulu.

Efektivitas Sang Juara di Tengah Serangan Balik

Ronde kedua kembali diawali dengan pola serupa. Kedua petarung bergerak aktif, mencari celah sambil sesekali melepaskan serangan jarak jauh. Pertarungan ini menjadi ajang adu teknik tingkat tinggi. Volkanovski tampak lebih efektif dalam menjaga ritme, terutama ketika beberapa pukulan bersihnya mendarat ke arah wajah Lopes menjelang akhir ronde. Presisi pukulan Volkanovski menjadi pembeda utama dalam mengumpulkan poin di mata para juri.

Di sisi lain, Lopes tidak tinggal diam. Petarung asal Brasil itu berupaya membalas tekanan Volkanovski dengan serangan balik agresif, mencoba membalikkan keadaan dan mencuri poin dari sang juara. Lopes terus mencoba memancing Volkanovski masuk ke dalam skema pertarungan bawah (ground fighting) atau melepaskan bogem mentah yang bisa mengubah jalannya laga.

Menegaskan Status Sebagai Raja Kelas Bulu

Pertarungan yang berlangsung sengit ini kembali menegaskan status Volkanovski sebagai salah satu petarung paling tangguh di kelas bulu UFC. Kemampuannya untuk menetralisir senjata lawan sambil tetap mendaratkan serangan yang efektif adalah alasan mengapa sabuk juara tetap melingkar di pinggangnya. Mental juara yang ia tunjukkan di bawah tekanan Diego Lopes membuktikan bahwa Volkanovski belum habis dan masih menjadi momok menakutkan bagi siapa pun yang berambisi merebut takhtanya.

Bagi Diego Lopes, kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga. Meski gagal membawa pulang sabuk, keberaniannya meladeni sang juara bertahan dalam dua ronde yang intens menunjukkan bahwa masa depannya di UFC masih sangat cerah. Namun, untuk saat ini, dunia MMA masih harus mengakui bahwa takhta kelas bulu tetap menjadi milik Alexander Volkanovski.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index