Minyak

Sinergi Global Pertamina: Satu Juta Barel Minyak Aljazair Amankan Stok Nasional

Sinergi Global Pertamina: Satu Juta Barel Minyak Aljazair Amankan Stok Nasional
Sinergi Global Pertamina: Satu Juta Barel Minyak Aljazair Amankan Stok Nasional

JAKARTA - Langkah strategis Indonesia dalam mengamankan pasokan energi nasional kembali mencatatkan capaian gemilang di awal tahun 2026. Keberhasilan membawa pulang kekayaan alam dari bumi Afrika Utara membuktikan bahwa jangkauan operasional perusahaan migas pelat merah Indonesia telah matang di kancah internasional. Perjalanan panjang melintasi samudera ini bukan sekadar aktivitas logistik biasa, melainkan simbol kedaulatan energi yang dibangun melalui keringat dan dedikasi di lapangan-lapangan minyak mancanegara.

PT Pertamina (Persero) kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan merealisasikan pengiriman 1 juta Barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, menuju Indonesia. Hal ini ditandai dengan suksesnya MT Spyros bersandar di Samudra Indonesia, atau tepatnya di perairan selatan Cilacap. Kehadiran kargo raksasa ini menjadi angin segar bagi stabilitas stok bahan bakar di dalam negeri.

Keberhasilan Operasional di Wilayah Kerja Afrika Utara

Minyak mentah yang tiba di pengujung Januari tersebut merupakan hasil nyata dari ekspansi hulu perusahaan di luar negeri. Minyak mentah tersebut, berasal dari Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikelola oleh Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina. Pengapalan minyak mentah ini menjadi bukti solidnya kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara yang dikenal memiliki kompleksitas tinggi.

Proses membawa minyak ini membutuhkan ketahanan operasional yang luar biasa. Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair ini menuntaskan pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025, sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses unloading. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room RU IV Cilacap, memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi. Kehadiran kapal ini menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah secara andal dan profesional.

Visi Asta Cita dan Masa Depan Blok 405A

Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan pentingnya pengiriman minyak mentah ini sebagai babak baru operasi Pertamina di wilayah Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional 25 tahun ke depan.

Dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta, Simon menyatakan, “Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.” Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap tetes minyak yang dihasilkan dari luar negeri memiliki peran vital dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk kemandirian bangsa.

Sinergi Lintas Entitas dalam Rantai Pasok Global

Keberhasilan kargo ini tiba tepat waktu di dermaga Cilacap merupakan buah dari kolaborasi harmonis di internal grup perusahaan. Simon menekankan pentingnya semangat kolaborasi antar-entitas untuk memperkuat operasional dan mencapai target bersama. Menurutnya, pengapalan minyak mentah ini mencerminkan adanya sinergi antar entitas di tubuh Pertamina, melibatkan PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana proses pengapalan, dan Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.

Melalui integrasi dari hulu hingga hilir ini, efisiensi dan kepastian pasokan dapat terjaga dengan lebih baik. “Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon. Pencapaian ini diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh lini bisnis untuk terus meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Apresiasi bagi Dedikasi Perwira dan Penegakan HSSE

Di sisi lain, pengawasan dari jajaran dewan komisaris tetap menjadi pilar utama guna memastikan aksi korporasi ini memberikan dampak luas bagi masyarakat. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa kesuksesan perjalanan minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia tidak lepas dari keringat dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi dan berbakti kepada Tanah Air.

Iriawan menegaskan bahwa setiap proses akan terus dikawal hingga mencapai hilir. “Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegasnya. Baginya, peristiwa ini adalah bukti keseriusan dalam memenuhi kebutuhan energi publik.

Menutup arahannya, Iriawan menitipkan pesan penting mengenai budaya kerja. “Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” pungkas Iriawan. Dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, Pertamina optimis dapat terus memperkuat otot energi nasional dari berbagai penjuru dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index