JAKARTA - Perayaan hari jadi sebuah institusi pendidikan tinggi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum krusial untuk mempertegas posisi universitas dalam peta pembangunan bangsa. Di usia yang ke-76, Universitas Indonesia (UI) kembali meneguhkan jati dirinya sebagai episentrum pemikiran strategis yang menghubungkan teori akademik dengan kebijakan praktis pemerintah serta kebutuhan riil dunia industri. Kehadiran tokoh-tokoh kunci dalam perayaan ini memberikan sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan tinggi di Indonesia sedang diarahkan untuk menjadi motor penggerak inovasi yang inklusif dan berdampak luas bagi kedaulatan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Universitas Indonesia ke-76 di Balai Sidang, Kampus UI Depok, Senin. Selain kedua menteri tersebut, orasi ilmiah juga disampaikan oleh CEO Paragon Group Harman Subakat. Kehadiran para pembicara dari latar belakang yang berbeda ini mencerminkan konsep triple helix yang menjadi kunci kemajuan negara-negara maju.
UI Sebagai Lokomotif Inovasi dan Solusi Berbasis Pengetahuan
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, dalam sambutannya menekankan bahwa universitas memiliki beban moral dan intelektual yang besar terhadap arah masa depan Indonesia. "Sebagai perguruan tinggi, UI bertanggung jawab untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir dengan solusi berbasis pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa," kata Rektor UI Prof. Heri Hermansyah di Balai Sidang UI Depok, Senin.
Ia mengatakan melalui penguatan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, UI terus mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor agar capaian akademik dapat bertransformasi menjadi dampak konkret bagi pembangunan nasional. Upaya ini dilakukan agar riset-riset yang dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa tidak hanya berakhir di perpustakaan, tetapi mampu menjawab persoalan nyata di lapangan, mulai dari isu lingkungan hingga efisiensi pembangunan.
Visi Pembangunan Berbasis Pengetahuan dan Sinergi Lintas Sektor
Tanggung jawab UI ini dipertegas dalam orasi ilmiah yang disampaikan secara online oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, yang menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis pengetahuan. AHY menilai bahwa infrastruktur fisik yang sedang gencar dibangun pemerintah memerlukan dukungan riset mendalam dari universitas agar pembangunan tersebut berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sedangkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto menekankan pentingnya sinergi dunia akademik, riset, industri, dan pemerintah dalam mendorong inovasi serta memperkuat daya saing nasional. Brian menilai, tanpa kolaborasi yang erat, akselerasi teknologi di Indonesia akan sulit mengejar ketertinggalan di level global. Oleh karena itu, penguatan ekosistem riset di universitas menjadi prioritas utama kementeriannya.
Peran Strategis Industri dalam Menciptakan Inovasi Berdampak
Sudut pandang dari sisi praktisi bisnis melengkapi visi besar pembangunan tersebut. Group Chief Executive Officer (CEO) Paragon Corp, Harman Subakat, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, industri membutuhkan input berupa sumber daya manusia berkualitas dan hasil penelitian yang bisa diaplikasikan secara komersial.
Ia menyebut kemitraan berbasis riset dan pengembangan sumber daya manusia unggul menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan industri sejak awal proses riset, produk-produk inovasi yang dihasilkan universitas akan memiliki nilai guna yang lebih tinggi dan siap diserap oleh pasar.
Peluncuran UI Migrant Center dan Komitmen Pengabdian Masyarakat
Setelah sesi orasi ilmiah yang sarat akan pemikiran strategis, perayaan Dies Natalis berlanjut ke Acara Kebersamaan Dies Natalis ke-76 UI yang berlangsung di Balairung UI. Suasana perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen peluncuran inisiatif baru yang mencerminkan kepedulian sosial universitas.
Sejumlah agenda mewarnai suasana perayaan, antara lain peluncuran UI Migrant Center sebagai bentuk komitmen UI dalam memberikan perlindungan dan pendampingan bagi pekerja migran, apresiasi kinerja Guru Besar sepanjang 2025, serta penandatanganan kerja sama dan nota kesepahaman dengan mitra strategis UI. Peluncuran UI Migrant Center sendiri menjadi catatan penting bagaimana UI hadir untuk membela hak-hak warga negara yang bekerja di luar negeri melalui pendekatan yang berbasis data dan hukum. Perayaan ke-76 ini menjadi titik tolak bagi UI untuk terus bertransformasi menjadi universitas yang lebih berdampak bagi Indonesia.