UNIVERSITAS

UMY Perkuat Reputasi Global Lewat Benchmarking Strategis di Perguruan Tinggi Malaysia

UMY Perkuat Reputasi Global Lewat Benchmarking Strategis di Perguruan Tinggi Malaysia
UMY Perkuat Reputasi Global Lewat Benchmarking Strategis di Perguruan Tinggi Malaysia

JAKARTA - Dalam upaya mengakselerasi transformasi menuju universitas berkelas dunia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil langkah progresif dengan mendalami sistem manajerial di mancanegara. Melalui rangkaian kegiatan benchmarking yang dilaksanakan pada 20 hingga 22 Januari 2026, UMY menyambangi sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Malaysia. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan strategis universitas untuk menyerap praktik terbaik dalam tata kelola kampus, manajemen institusi, serta penguatan eksistensi di kancah global melalui kolaborasi lintas negara.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akademik, tetapi juga forum strategis untuk membedah inovasi pengelolaan pendidikan tinggi yang relevan dengan tantangan zaman. Dengan melibatkan universitas-universitas mitra di Malaysia, UMY berupaya menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan di tingkat regional.

Kemitraan Strategis dengan Empat Universitas Terkemuka Malaysia

Rangkaian agenda benchmarking tersebut mencakup kunjungan ke empat institusi pendidikan tinggi yang memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing, yaitu Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), International Islamic University Malaysia (IIUM), UCSI University, dan Mila University. Pemilihan mitra ini didasarkan pada reputasi dan praktik unggulan yang dimiliki masing-masing universitas dalam mengelola sumber daya serta akademik.

Setiap sesi kunjungan dirancang khusus sebagai ruang dialog dan diskusi mendalam. Delegasi membahas berbagai isu fundamental terkait pengelolaan universitas, mulai dari penguatan sumber daya hingga peningkatan mutu akademik dan non-akademik. Melalui pertukaran pengetahuan ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang dapat diadaptasi untuk menyempurnakan struktur tata kelola di masing-masing institusi.

Diskusi Intensif Terkait Manajemen Berbasis Data dan Lulusan

Delegasi UMY yang terdiri dari lima orang dipimpin langsung oleh Dr. Mega Hidayati, M.A., selaku Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global UMY. Dalam setiap pertemuan, delegasi UMY bersinergi dengan jajaran pimpinan serta pengelola unit strategis dari universitas mitra untuk membedah isu-isu kontemporer dalam dunia pendidikan.

Beberapa poin krusial yang menjadi pusat pembahasan meliputi pengelolaan institusi yang berbasis data (data-driven management), optimalisasi peran alumni dalam pengembangan kampus, hingga strategi peningkatan employability atau keterserapan lulusan di dunia kerja. Selain itu, pengembangan fasilitas kampus bertaraf internasional serta peluang kolaborasi riset lintas batas juga menjadi agenda penting dalam diskusi intensif tersebut.

Membangun Wadah Saling Belajar Antarperguruan Tinggi

Dr. Mega Hidayati menekankan bahwa esensi dari rangkaian kegiatan ini adalah terciptanya ekosistem belajar bersama. Menurutnya, setiap institusi memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri dalam menghadapi tantangan manajemen perguruan tinggi yang semakin kompleks.

“Benchmarking ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman antar perguruan tinggi. Setiap institusi memiliki praktik unggulan yang dapat saling melengkapi dalam upaya penguatan tata kelola dan reputasi global,” ungkap Dr. Mega saat dimintai keterangan pada Selasa (3/2/2026).

Ia meyakini bahwa keterbukaan untuk saling berbagi pengalaman akan mempercepat proses perbaikan kualitas institusi. Isu-isu strategis yang berhasil diidentifikasi selama kunjungan akan menjadi bahan refleksi yang sangat berharga bagi pimpinan universitas dalam merumuskan kebijakan pembangunan jangka panjang.

Tindak Lanjut Konkret Menuju Kolaborasi Berkelanjutan

Lebih jauh, Dr. Mega Hidayati berharap hasil dari diskusi di Malaysia tidak berhenti sebagai wacana di meja rapat. Implementasi nyata menjadi target utama setelah kembalinya delegasi ke tanah air. Isu-isu seperti penjaminan mutu, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), dan kolaborasi riset internasional harus segera diterjemahkan ke dalam program kerja yang nyata.

“Diskusi mengenai penguatan peran alumni, peningkatan employability lulusan, penjaminan mutu, pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan fasilitas kampus, hingga kolaborasi riset internasional diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh masing-masing universitas sesuai dengan konteks dan kebutuhan institusinya,” tambahnya.

Melalui inisiatif ini, UMY bersama para mitra di Malaysia optimis dapat membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Penguatan jejaring kerja sama akademik ini diharapkan tidak hanya berdampak pada internal kampus, tetapi juga memperkokoh posisi kolektif perguruan tinggi di Asia Tenggara dalam peta persaingan pendidikan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index