Gas

Penemuan Minyak dan Gas Sumur Barokah-1 Perkuat Eksplorasi Jatim

Penemuan Minyak dan Gas Sumur Barokah-1 Perkuat Eksplorasi Jatim
Penemuan Minyak dan Gas Sumur Barokah-1 Perkuat Eksplorasi Jatim

JAKARTA - Sektor hulu migas Indonesia kembali mencatatkan capaian impresif di awal tahun 2026. Keberhasilan menembus target geologi yang menantang di lepas pantai Jawa Timur membuktikan bahwa potensi hidrokarbon Indonesia masih sangat kompetitif dan menjanjikan. Penemuan ini bukan sekadar angka produksi, melainkan sebuah validasi teknis atas teori geologi yang selama ini menjadi incaran para ahli di industri minyak dan gas bumi nasional.

Kegiatan eksplorasi migas nasional kembali mencatatkan kabar menggembirakan. Penemuan hidrokarbon berupa light oil menyerupai kondensat dan gas berhasil diperoleh dari pengeboran Sumur Eksplorasi Barokah-1 di Wilayah Kerja North Ketapang, Offshore Jawa Timur. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan resmi kepada pimpinan Kementerian ESDM pada Jumat. Penemuan ini dinilai sebagai capaian penting dalam menjaga momentum eksplorasi migas nasional yang tengah dipacu pemerintah.

Keberhasilan Menaklukkan Formasi Ngimbang yang Strategis

Penemuan di Sumur Barokah-1 menjadi sangat istimewa karena keberhasilannya membuktikan keberadaan cadangan pada lapisan geologi yang spesifik. Formasi Ngimbang telah lama menjadi teka-teki sekaligus harapan besar bagi para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Jawa Timur dan Selat Madura. Keberhasilan ini membuka tabir potensi baru yang lebih luas di kawasan tersebut.

“Penemuan Sumur Barokah-1 Pada FORMASI NGIMBANG yang sangat di incar oleh para Geologist diberbagai di KKKS akhirnya ketemu sehingga dapat membuka peluang pengembangan lapangan migas bagi KKKS disekitar selat Madura dan Jawa Timur, terutama di Offshore Jawa Timur,” kata Djoko dalam laporannya seperti diceritakan kepada ruangenergi.com. Penemuan ini sekaligus menjawab rasa penasaran para ahli geologi mengenai efektivitas build-up carbonate play di wilayah lepas pantai tersebut.

Data Teknis dan Performa Alir Sumur Barokah-1

Pengeboran sumur ini merupakan proyek yang direncanakan dengan sangat matang sejak akhir tahun lalu. Dimulai pada 30 November 2025, pengeboran ini menargetkan eksplorasi pada Formasi Ngimbang. Hasil evaluasi awal menunjukkan angka yang cukup signifikan bagi tambahan cadangan migas Indonesia di masa depan.

Berdasarkan evaluasi pra-uji alir, potensi sumber daya in-place sementara diperkirakan mencapai sekitar 25 juta barel setara minyak (BOE) pada tingkat probabilitas P50. Angka ini masih berpotensi berubah seiring evaluasi lanjutan dari data hasil Drill Stem Test (DST). Keberhasilan ini memberikan angin segar bagi target pencapaian produksi minyak nasional yang terus diupayakan untuk bangkit kembali.

Hasil Uji Produksi dan Kualitas Hidrokarbon yang Unggul

Keunggulan dari temuan di Sumur Barokah-1 tidak hanya terletak pada volumenya, tetapi juga pada kualitas fluida yang dihasilkan. Pada pelaksanaan DST di interval 2.730–2.770 meter measured depth (mMD), sumur mampu mengalir secara alami (natural flow). Performa alir bahkan menunjukkan peningkatan signifikan selama fase clean-up, yang menandakan karakteristik reservoar yang sangat baik.

Setelah dilakukan stimulasi matrix acidizing, hasil uji alir pasca stimulasi menunjukkan performa yang semakin kuat. Sumur mampu memproduksikan sekitar 2.250 barel minyak per hari (BOPD) dengan API gravity 56 serta gas sekitar 12 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Kualitas minyak yang sangat ringan ini menyerupai kondensat, yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar energi. Selain itu, fluida yang dihasilkan memiliki kualitas baik tanpa kandungan H?S maupun CO?, sehingga proses pengolahannya di masa depan akan lebih efisien.

Stabilitas Parameter Operasional dan Kolaborasi Sektor Hulu

Keberhasilan pengeboran ini juga mencerminkan standar keselamatan dan teknis yang tinggi dalam operasional hulu migas. Pengujian dilakukan pada kondisi full open choke 46/46 dengan parameter tekanan dan temperatur yang stabil. Selain itu, water cut tercatat sangat rendah, yakni hanya sekitar 3 persen, yang menunjukkan efektivitas sumur dalam memisahkan minyak dan gas dari kandungan air formasi.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Petronas Carigali North Ketapang dan SKK Migas dalam menjalankan program eksplorasi yang terencana, aman, dan berintegritas. Kerja sama sinergis antara regulator dan operator menjadi kunci utama dalam memitigasi risiko eksplorasi di perairan lepas pantai yang kompleks.

Dampak Jangka Panjang bagi Ketahanan Energi Nasional

Secara geologis, keberhasilan menemukan hidrokarbon pada Formasi Ngimbang dinilai sangat strategis. Formasi ini telah lama menjadi target eksplorasi utama dan penemuan di Barokah-1 membuka peluang pengembangan lapangan migas baru di kawasan sekitar Selat Madura dan Offshore Jawa Timur. Dengan ditemukannya cadangan baru, diharapkan akan ada efek domino terhadap pengembangan infrastruktur energi di wilayah Jawa Timur.

Selain membuka potensi pengembangan wilayah kerja sekitar, temuan ini juga memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan pasokan energi nasional dan ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang. Produksi gas sebesar 12 MMscfd dari satu sumur eksplorasi ini memiliki arti penting untuk menyuplai kebutuhan industri dan pembangkit listrik di wilayah Jawa Timur yang terus berkembang.

Optimisme Eksplorasi untuk Kemandirian Energi Indonesia

SKK Migas dan Petronas Carigali menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, pemangku kepentingan, serta doa dari berbagai pihak yang terus mengiringi upaya peningkatan produksi migas nasional. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan birokrasi sangat menentukan kelancaran kegiatan di lapangan, mulai dari perizinan hingga pengapalan hasil produksi nantinya.

Momentum positif ini diharapkan menjadi pendorong semangat eksplorasi lanjutan untuk menemukan sumber energi baru demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian energi Indonesia. Penemuan Barokah-1 adalah sinyal kuat bahwa bumi Indonesia masih menyimpan kekayaan yang mampu menggerakkan roda ekonomi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index