Bisnis

Resiliensi Guru Honorer Jawa Timur: Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat Bisnis Proteg

Resiliensi Guru Honorer Jawa Timur: Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat Bisnis Proteg
Resiliensi Guru Honorer Jawa Timur: Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat Bisnis Proteg

JAKARTA - Dunia pendidikan di Jawa Timur kini tengah menyaksikan transformasi peran tenaga pendidiknya. Tidak lagi hanya berdiri di depan kelas untuk mentransfer ilmu, puluhan guru honorer di Jawa Timur kini mulai menapaki jalur kewirausahaan melalui Program Terapan Ekonomi Guru (Proteg). Inisiatif ini lahir sebagai respons terhadap kebutuhan akan stabilitas finansial bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. Program ini mendorong guru honorer untuk menjadi wirausahawan mandiri sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi mereka, tanpa harus menanggalkan dedikasi mereka dalam mencerdaskan anak bangsa.

Keberagaman sektor usaha yang digeluti menjadi bukti kreativitas para pendidik ini. Sekitar 30 guru honorer mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari kuliner, percetakan, bimbingan belajar, tata busana, hingga produk kreatif lainnya. Yang menarik, Proteg tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memastikan aspek administratif terpenuhi. Semua usaha dilengkapi legalitas resmi, membuka peluang ekspansi dan memberikan kepastian hukum bagi para pemiliknya.

Proteg Sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan solusi jangka panjang bagi tantangan ekonomi yang sering dihadapi tenaga honorer. Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menekankan, Proteg bukan sekadar program, melainkan upaya nyata mendorong guru honorer berwirausaha. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kesejahteraan guru tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan saja.

Dalam penyampaiannya pada Minggu, Aries memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian para peserta program. “Proteg membuktikan bahwa guru honorer bisa berdiri mandiri secara ekonomi, dengan usaha legal dan berkelanjutan. Ini langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Aries. Dengan adanya kemandirian ekonomi, diharapkan beban pikiran terkait finansial dapat berkurang, sehingga fokus dalam mengajar tetap terjaga dengan prima.

Sinergi Akademis: Kolaborasi Dindik Jatim dan ITS Surabaya

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan teknis dan manajerial yang mumpuni. Dalam program ini, Dinas Pendidikan Jatim berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pendampingan kewirausahaan dari ITS membantu guru honorer mengasah kemampuan manajemen usaha sekaligus mempertahankan kualitas pengajaran. Sinergi ini memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tidak mengganggu kewajiban utama mereka di sekolah.

Filosofi di balik program ini adalah kesejahteraan yang berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Aries meyakini bahwa guru yang memiliki stabilitas ekonomi akan jauh lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. “Ketika guru sejahtera, semangat mengajar meningkat. Proteg menciptakan ekosistem yang mendukung guru berwirausaha tanpa kehilangan identitas sebagai pendidik,” tambah Aries.

Kisah Inspiratif: Kebangkitan Bisnis Pasca-Pandemi

Salah satu bukti nyata keberhasilan Proteg tercermin dari perjalanan Aryo Saputro, seorang guru SMA Negeri 3 Malang. Aryo sempat mengalami masa sulit ketika usahanya harus terhenti akibat hantaman pandemi. Namun, keterlibatannya dalam Proteg pada tahun 2025 menjadi titik balik bagi karier kewirausahaannya. Ia membuktikan bahwa kegagalan di masa lalu merupakan modal untuk kesuksesan di masa depan.

Kini, bisnis Aryo berkembang pesat melampaui ekspektasi awal. Produk kopinya telah memasok ke 20 coffee shop di berbagai kota, dan ia bahkan merambah bisnis parfum online dengan omzet mencapai Rp10 juta per minggu. Pengalaman ini memberikan pesan kuat bagi rekan-rekan sejawatnya. “Kegagalan bukan akhir, melainkan jeda untuk bangkit lebih kuat,” kata Aryo, yang kini menjadi simbol keberhasilan program Proteg.

Menanamkan Mindset Bertumbuh dalam Kewirausahaan

Di balik kesuksesan teknis, ada fondasi mental yang dibangun oleh para pendamping dari ITS. M. Zainul Asrori, dosen Technopreneurship ITS yang berperan sebagai pendamping Proteg, mengungkapkan bahwa aspek paling krusial dalam memulai bisnis adalah cara berpikir. “Sebelum kemampuan teknis, kami tanamkan pola pikir bertumbuh. Ketika mindset berubah, kemampuan teknis mengikuti,” ujarnya. Tanpa pola pikir yang kuat, inovasi akan sulit berkembang di tengah persaingan pasar.

Asrori menilai bahwa keberhasilan para guru dalam berbagai lini usaha merupakan buah dari karakter pendidik yang diimplementasikan ke dalam dunia bisnis. Menurut Asrori, kesuksesan para guru honorer dalam usaha — mulai dari kuliner hingga produk kreatif — adalah hasil disiplin, konsistensi, dan keberanian. Pada akhirnya, program ini menjadi sebuah investasi sosial yang memberikan dampak ganda. Proteg bukan sekadar program ekonomi, tapi investasi sosial jangka panjang bagi guru dan pendidikan di Jawa Timur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index