TNI

Sinergi Satgas Damai Cartenz dan TNI Jaga Keamanan Puncak Jaya

Sinergi Satgas Damai Cartenz dan TNI Jaga Keamanan Puncak Jaya
Sinergi Satgas Damai Cartenz dan TNI Jaga Keamanan Puncak Jaya

JAKARTA - Di balik ketatnya pengamanan dan tantangan geografis yang ekstrem di pegunungan tengah Papua, terdapat sisi humanis yang menjadi perekat utama kekuatan pertahanan negara. Bukan melalui baris-berbaris atau latihan tempur, melainkan melalui aroma masakan dan kehangatan ruang makan, sinergi antara Polri dan TNI dipadatkan. Kehangatan dan kebersamaan mewarnai sinergi antara Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan TNI dalam sebuah kegiatan bersama di wilayah Puncak Jaya. Momen tersebut terlihat saat peliputan technical meeting Lomba Masak Farewell Satgas Yonif 112/DJ yang digelar di Makosatgas Yonif 743/PSY.

Kegiatan ini membuktikan bahwa soliditas institusi tidak hanya dibangun di atas instruksi formal, tetapi juga melalui interaksi personal yang tulus. Kegiatan dipimpin oleh Aipda Nurman bersama tiga personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026. Selain menjadi bagian dari persiapan acara perpisahan, kegiatan ini juga menjadi ruang hangat untuk mempererat hubungan dan membangun kekompakan antara personel Polri dan TNI yang sama-sama bertugas menjaga stabilitas keamanan di Puncak Jaya.

Kolaborasi di Balik Dapur: Merajut Kekompakan Lintas Institusi

Agenda yang berlangsung di markas militer tersebut dimulai dengan koordinasi teknis yang rapi namun santai. Rangkaian dimulai pukul 14.10 WIT dengan pelaksanaan technical meeting dan persiapan lomba masak. Namun, daya tarik utama dari pertemuan ini terjadi saat para penjaga keamanan tersebut melepaskan sejenak atribut operasional mereka untuk berkolaborasi di dapur.

Tak lama berselang, pada pukul 14.30 WIT, personel Satgas Damai Cartenz dan TNI mulai memasak bersama. Suasana akrab dan penuh canda terlihat jelas, mencerminkan soliditas yang terjalin bukan hanya dalam tugas, tetapi juga dalam kebersamaan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang berbeda, terdapat semangat yang sama untuk mengabdi pada bangsa, yang kali ini disatukan melalui kegiatan memasak yang penuh kekeluargaan.

Makan Bersama Sebagai Simbol Persaudaraan di Wilayah Konflik

Puncak dari kegiatan ini adalah saat hasil masakan dinikmati bersama-sama dalam satu meja panjang. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama pada pukul 15.00 WIT. Momen sederhana ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas institusi, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung tugas pengamanan di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Puncak Jaya. Di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Puncak Jaya, rasa saling percaya antar-personel adalah aset yang tidak ternilai harganya.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel Satgas Damai Cartenz kembali ke Pos Kulirim, Mulia, Puncak Jaya, pada pukul 17.00 WIT. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan suatu wilayah juga didukung oleh harmonisnya hubungan para aparat yang bertugas di dalamnya.

Sinergitas TNI–Polri: Fondasi Utama Kamtibmas di Papua

Menanggapi kegiatan tersebut, pimpinan operasi menekankan bahwa kebersamaan di lapangan adalah kunci keberhasilan misi. Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Menurutnya, koordinasi yang baik di meja makan akan berdampak pada koordinasi yang presisi saat menjalankan tugas di medan operasi.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wadah memperkuat soliditas dan kebersamaan personel TNI dan Polri di lapangan. Dengan hubungan yang erat, koordinasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin efektif,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga. Beliau memandang bahwa kegiatan non-operasional memiliki nilai strategis yang setara dengan latihan fisik dan taktis.

Membangun Kepercayaan di Wilayah dengan Tantangan Tinggi

Kombes Pol. Adarma Sinaga menambahkan, kebersamaan dalam kegiatan non-operasional justru menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan, kekompakan, serta semangat persaudaraan antar personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan tinggi. Rasa senasib sepenanggungan yang dipupuk melalui kegiatan makan bersama diharapkan dapat meminimalisir gesekan dan meningkatkan semangat juang para personel yang jauh dari keluarga.

Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama TNI kembali menunjukkan bahwa menjaga Papua tidak hanya dilakukan dengan kesiapsiagaan, tetapi juga dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Diplomasi meja makan ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan adalah senjata terkuat dalam memelihara kedamaian di Bumi Cendrawasih.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index