HARGA SEMBAKO

Jelang Ramadan 2026 Harga Sembako di Majalengka Dipastikan Stabil

Jelang Ramadan 2026 Harga Sembako di Majalengka Dipastikan Stabil
Jelang Ramadan 2026 Harga Sembako di Majalengka Dipastikan Stabil

JAKARTA - Kesiapan menyambut bulan suci Ramadan tidak hanya berkaitan dengan persiapan spiritual, tetapi juga kepastian mengenai kemudahan akses terhadap kebutuhan hidup sehari-hari. Di tengah euforia perayaan sejarah daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) Jawa Barat, memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terkendali. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap pola musiman yang biasanya memicu fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional.

Menariknya, komitmen menjaga dapur warga ini disuarakan di tengah semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186. Perpaduan antara perayaan budaya dan aksi nyata ekonomi ini diwujudkan melalui pasar murah dan gerakan pangan murah yang langsung menyentuh warga. Hal ini menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi kabupaten bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Gerak Cepat Pemerintah Memitigasi Gejolak Harga

Kepemimpinan di daerah memegang peranan krusial sebagai penyeimbang antara pasokan dan permintaan di pasar. Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat untuk mencegah potensi lonjakan harga jelang bulan suci. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang sering kali terdampak paling awal saat harga pangan mulai merangkak naik.

Kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan publik pun dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut. Di sela kegiatan gerak jalan santai bersama masyarakat, ia menyampaikan bahwa intervensi pasar menjadi strategi utama menjaga daya beli warga. Kehadiran fisik pemerintah di tengah pasar dan komunitas menjadi kunci utama kepercayaan publik.

"Tujuannya untuk mengantisipasi menjelang bulan puasa jangan sampai terjadi lonjakan harga. Pemerintah wajib hadir mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tetap stabil," ujar Eman, Minggu, 8 Februari 2026. Melalui pernyataan ini, ditegaskan bahwa fungsi kontrol pemerintah akan diaktifkan secara maksimal selama periode krusial menuju Ramadan 1447 H.

Sistem Monitoring dan Deteksi Dini Gejala Inflasi

Upaya yang dilakukan tidak bersifat insidental, melainkan melalui sistem pemantauan yang terstruktur. Langkah pengendalian tidak berhenti pada pasar murah semata. Tim pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional guna mendeteksi gejala inflasi sejak dini. Dengan data yang diperbarui setiap hari, pemerintah dapat melihat tren kenaikan harga bahkan sebelum hal tersebut menjadi masalah besar di tengah masyarakat.

Koordinasi lintas sektor menjadi senjata utama jika ditemukan anomali pada rantai pasok. Jika ditemukan kenaikan signifikan pada komoditas tertentu, menurutnya, intervensi segera dilakukan melalui koordinasi dengan produsen dan distributor, termasuk pasokan dari luar daerah. Fleksibilitas dalam mengambil stok dari wilayah lain menjadi opsi strategis untuk memastikan tidak ada kelangkaan barang yang bisa memicu kepanikan belanja (panic buying).

Skema Pengamanan Pangan Berkelanjutan untuk Warga

Perencanaan yang matang telah disusun jauh-jauh hari untuk memastikan program ini memiliki dampak jangka panjang selama bulan Ramadan berlangsung. Menurut Eman, skema pengamanan pangan sudah disiapkan jauh sebelum Ramadan. Rencana ini melibatkan peta distribusi yang menjangkau pelosok desa agar manfaatnya tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Pemerintah menyadari bahwa kelompok rentan memerlukan perhatian lebih khusus dalam masa-masa transisi ekonomi seperti ini. Program keliling pasar murah akan kembali digencarkan agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Hal ini merupakan bentuk keadilan sosial dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

"Harga sekarang masih aman. Tapi pengawasan tetap berjalan. Kalau ada potensi inflasi, kita langsung intervensi supaya tidak terjadi gejolak di Majalengka," kata Bupati Eman menegaskan. Pesan ini sekaligus menjadi peringatan bagi para spekulan agar tidak mencoba bermain-main dengan stok pangan masyarakat.

Prioritas Stabilitas Pangan demi Kekhusyukan Ibadah

Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Majalengka menempatkan stabilitas pangan sebagai prioritas menjelang Ramadan. Keamanan pangan dianggap sebagai pilar utama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi warga dalam menjalankan ibadah. Ketika beban ekonomi dapat diminimalisir, masyarakat dapat lebih fokus pada dimensi spiritual bulan suci tanpa terbebani oleh ketidakpastian harga di pasar.

Dengan pengawasan berlapis dan intervensi terukur, pemerintah berupaya menjaga ketenangan pasar sekaligus memastikan masyarakat dapat menyambut bulan puasa tanpa kekhawatiran akan kebutuhan pokok. Melalui sinergi antara pemerintah, pedagang, dan konsumen, diharapkan Majalengka dapat menjadi contoh daerah yang sukses dalam manajemen pangan dan pengendalian inflasi secara mandiri dan efektif di tahun 2026 ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index