JAKARTA - Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen pertahanan dan keamanan konvensional. Dalam arahannya pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedua institusi tersebut merupakan pilar utama yang menentukan keberhasilan agenda pembangunan nasional.
Presiden menekankan bahwa stabilitas nasional yang dijaga oleh TNI-Polri adalah fondasi yang memungkinkan seluruh program kesejahteraan rakyat berjalan tanpa hambatan. Oleh karena itu, aparat keamanan dituntut untuk tidak hanya bersiaga di barak atau kantor, tetapi harus terjun langsung memberikan dampak nyata di tengah masyarakat demi kepentingan bangsa dan negara.
Transformasi Peran: Dari Penjaga Keamanan Menjadi Penggerak Kesejahteraan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan gambaran mendalam mengenai pesan khusus yang disampaikan oleh Kepala Negara. Menurut Maruli, Presiden menginginkan TNI dan Polri mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah yang bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.
Aparat diminta untuk menjadi bagian dari solusi di berbagai sektor, termasuk dalam penanganan darurat dan peningkatan ekonomi lokal. Hal ini menandakan adanya pergeseran paradigma di mana kehadiran personel keamanan di lapangan diharapkan mampu mempercepat realisasi agenda-agenda pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah.
Pentingnya Kehadiran Aparat di Tengah Krisis dan Situasi Darurat
Salah satu poin krusial yang digarisbawahi dalam Rapim tersebut adalah responsivitas aparat terhadap kondisi darurat. Presiden Prabowo secara khusus meminta TNI dan Polri untuk selalu menjadi pihak pertama yang hadir saat masyarakat menghadapi musibah, seperti bencana alam atau situasi darurat lainnya. Kehadiran fisik dan bantuan teknis dari aparat dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.
Menurut KSAD, instruksi ini sejalan dengan apa yang selama ini telah dikerjakan oleh kedua institusi tersebut. Namun, tantangan ke depan menuntut adanya penguatan koordinasi agar setiap tindakan yang diambil di lapangan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dan langsung dirasakan oleh publik. Kehadiran negara melalui seragam TNI-Polri harus menjadi simbol perlindungan dan pelayanan masyarakat yang konsisten.
Optimisme KSAD: TNI-Polri Berada di Jalur yang Benar
Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan sinergi ini. Ia mengutip pandangan Presiden yang menilai bahwa kinerja TNI dan Polri saat ini telah berada pada jalur atau track yang tepat. Keyakinan ini menjadi modal besar bagi institusi keamanan untuk terus berbenah dan meningkatkan integritas dalam menjalankan tugas-tpresiden.
“Kita sekarang menurut pendapat beliau (Presiden Prabowo) sudah tracknya sudah baik, jadi kalau ini semua kita berpegang teguh terus, kita yakinkan bekerja buat rakyat, TNI-Polri bisa bersama-sama, pemerintah mengkoordinir, saya kira banyak sekali pengembangan-pengembangan yang kita bisa dapat,” kata KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagaimana dikutip dari laporan media nasional pada Selasa. Pernyataan ini menegaskan bahwa soliditas internal adalah kunci untuk membuka ruang-ruang inovasi dalam pelayanan publik.
Pesan Persatuan: Menempatkan Kepentingan Negara di Atas Segalanya
Senada dengan KSAD, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga menyampaikan pesan mendalam dari Presiden terkait etika dan semangat pengabdian aparat. Presiden meminta agar seluruh jajaran TNI dan Polri merapatkan barisan, memperbaiki kualitas diri, dan meninggalkan kepentingan pribadi maupun golongan demi kedaulatan NKRI.
Prasetyo menekankan bahwa seluruh program pemerintah memiliki orientasi tunggal, yaitu kemaslahatan rakyat. Sebagai garda terdepan, TNI dan Polri memegang tanggung jawab moral untuk menyukseskan visi tersebut dengan cara yang paling disiplin dan profesional.
“TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah yang semua program ini selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ucap Prasetyo Hadi dengan tegas.
Sinergi Lintas Sektoral Sebagai Kunci Keberlanjutan
Pertemuan besar di Istana Kepresidenan ini memberikan sinyal kuat bahwa di tahun 2026, koordinasi antara pemerintah pusat dan aparat keamanan akan semakin intensif. Fokus pembangunan yang berkelanjutan memerlukan jaminan keamanan jangka panjang yang stabil. Dengan adanya komitmen dari jajaran tertinggi TNI dan Polri, diharapkan hambatan-hambatan di lapangan dapat diatasi melalui kerja kolektif yang terkoordinasi dengan baik.
Rapim ini sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi kedua institusi untuk terus beradaptasi dengan dinamika zaman. Dengan memperkuat peran dalam pembangunan, TNI dan Polri tidak hanya menjaga perbatasan dan ketertiban, tetapi juga turut serta membangun masa depan Indonesia yang lebih sejahtera dan mandiri. Implementasi nyata dari hasil Rapim ini diharapkan segera terlihat melalui berbagai program aksi di seluruh penjuru tanah air.