JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek selama libur Wafat Yesus Kristus dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mencapai 352.578 unit pada periode Kamis–Jumat, 2–3 April 2026.
Angka ini meningkat 16,74% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 302.016 kendaraan. Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, menegaskan bahwa data tersebut merupakan total arus lalu lintas yang melalui empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung).
“Kami mencatat angka kumulatif arus lalu lintas melalui empat GT utama tersebut. Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat meningkat signifikan selama libur Paskah,” ujar Rivan.
Lonjakan kendaraan ini mencerminkan tren masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk melakukan perjalanan rekreasi maupun mudik.
Kesiapan Layanan dan Pemantauan
Jasa Marga menegaskan kesiapan operasional jalan tol di seluruh ruas Jasa Marga Group berjalan optimal. Pihak perusahaan terus memastikan layanan tol mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur.
“Tidak hanya kesiapan layanan operasional, kami juga merespons dinamika mobilitas masyarakat melalui optimalisasi teknologi terintegrasi pada aplikasi Travoy,” jelas Rivan.
Aplikasi ini memudahkan pemantauan arus kendaraan secara real-time, menyediakan informasi kondisi jalan terkini, serta memberi rekomendasi jalur alternatif bagi pengguna tol.
Langkah ini penting mengingat volume kendaraan yang tinggi dapat menimbulkan kepadatan dan menurunkan kenyamanan perjalanan. Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan Jasa Marga melakukan prediksi arus lalu lintas sehingga antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Rekayasa Lalu Lintas Contraflow
Sebagai bagian dari pengendalian arus, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menerapkan rekayasa contraflow di Jalan Tol Jakarta–Cikampek atas diskresi Kepolisian pada Jumat, 3 April 2026. Sistem ini membantu menekan kepadatan di jalur utama keluar Jabotabek, terutama saat jam puncak.
“Rekayasa contraflow diterapkan untuk memastikan kendaraan bisa bergerak lebih lancar, terutama di titik-titik rawan kemacetan,” kata Rivan. Implementasi contraflow ini disesuaikan dengan kondisi arus di lapangan dan terus dipantau secara intensif oleh petugas di gerbang tol dan sepanjang koridor utama.
Selain contraflow, Jasa Marga juga menyiapkan petugas tambahan di titik rawan, memastikan semua fasilitas tol berfungsi, serta memberikan panduan informasi melalui papan elektronik dan media digital lainnya. Strategi ini bertujuan meminimalkan gangguan perjalanan bagi para pengendara.
Teknologi dan Pemantauan Real-Time
Jasa Marga menekankan penggunaan teknologi sebagai kunci pengelolaan arus lalu lintas. Sistem terintegrasi seperti Travoy memungkinkan pemantauan kendaraan secara real-time, memprediksi potensi kepadatan, dan menyediakan rekomendasi untuk pengaturan jalur.
“Teknologi memungkinkan kami merespons arus kendaraan secara cepat dan tepat,” ungkap Rivan.
Data dari Travoy digunakan untuk menyesuaikan operasional di lapangan, mulai dari penyesuaian lajur, pengaturan lampu, hingga pengendalian kecepatan. Pemantauan ini juga membantu dalam koordinasi dengan Kepolisian dan dinas perhubungan setempat, sehingga keputusan yang diambil lebih efektif.
Pemanfaatan teknologi ini sekaligus memberikan manfaat bagi pengguna jalan, yang bisa memantau kondisi tol melalui aplikasi dan merencanakan perjalanan agar lebih efisien. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat memilih jalur alternatif dan menghindari kemacetan yang mungkin terjadi.
Keselamatan, Kolaborasi, dan Efektivitas
Selain kelancaran, keselamatan menjadi fokus utama Jasa Marga. Pengendalian arus, pemantauan intensif, serta penerapan contraflow bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan. Rivan menekankan, “Kami berfokus pada keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat.”
Strategi ini berjalan efektif berkat kolaborasi dengan Kepolisian, dinas perhubungan, dan pihak terkait lainnya. Sinergi ini memastikan setiap keputusan, termasuk rekayasa lalu lintas atau penyesuaian operasional, dapat dilakukan secara koordinatif dan tepat sasaran.
Fenomena lonjakan kendaraan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Pemanfaatan aplikasi Travoy dan informasi resmi dari operator tol membantu pengguna jalan mengurangi risiko keterlambatan atau kemacetan, sekaligus meningkatkan keselamatan selama perjalanan.
Secara keseluruhan, libur Paskah 2026 menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dengan ribuan kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui kombinasi kesiapan operasional, rekayasa lalu lintas, teknologi terintegrasi, dan kolaborasi efektif, memastikan arus kendaraan tetap lancar, aman, dan terkendali.