Kepala Bappenas

Bappenas Tegaskan Dukungan Penuh untuk Penguatan Basarnas SAR Nasional

Bappenas Tegaskan Dukungan Penuh untuk Penguatan Basarnas SAR Nasional
Bappenas Tegaskan Dukungan Penuh untuk Penguatan Basarnas SAR Nasional

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan dukungannya terhadap penguatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam sistem Search and Rescue (SAR) nasional. 

Pernyataan ini disampaikan saat audiensi dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Jakarta, Selasa.

Rachmat menyampaikan, “Ini bukan lembaga administrasi, tetapi lembaga operasional dengan tanggung jawab yang sangat besar. Tugasnya mempertaruhkan nyawa, baik bagi yang diselamatkan maupun yang menyelamatkan.” 

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Basarnas memiliki peran yang kritis dan tidak bisa disamakan dengan birokrasi biasa.

Peran Basarnas dalam RPJMN 2025-2029

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Basarnas disebut memegang peran strategis dalam mendukung prioritas nasional.

Terutama dalam bidang ketahanan bencana dan keselamatan transportasi, Basarnas berkontribusi pada perlindungan masyarakat, penguatan konektivitas nasional, serta menjaga stabilitas aktivitas ekonomi, termasuk logistik dan mobilitas.

Lebih lanjut, Basarnas juga menjadi bagian penting dalam sistem manajemen risiko nasional. Peran ini menegaskan bahwa pencarian dan pertolongan tidak hanya menyangkut nyawa individu, tetapi juga berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi secara keseluruhan.

Kesenjangan Target dan Tantangan Kapasitas

Menteri PPN menyoroti bahwa masih terdapat kesenjangan terhadap target RPJMN. Peningkatan layanan SAR belum sepenuhnya didukung oleh kapasitas eksisting, baik dari sisi infrastruktur, peralatan, kualitas, maupun kuantitas sumber daya manusia.

 Selain itu, integrasi sistem yang belum optimal menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi SAR yang efektif.

Karena itu, Rachmat menekankan perlunya langkah akselerasi untuk memastikan target RPJMN dapat tercapai secara optimal. Upaya tersebut mencakup penguatan kapasitas, transformasi sistem, serta dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi. 

Langkah-langkah ini diyakini akan meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dan bencana.

Pentingnya Dukungan Anggaran dan Peralatan

Rachmat Pambudy menegaskan bahwa dukungan anggaran operasional yang memadai menjadi sangat krusial, mengingat kegiatan pencarian dan pertolongan tidak dapat ditunda. Selain itu, peningkatan dan modernisasi peralatan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus, agar seluruh personel Basarnas mampu memenuhi amanat peraturan perundang-undangan dan mampu melaksanakan operasi SAR secara efektif dan profesional. 

Modernisasi peralatan, termasuk kapal, helikopter, dan teknologi komunikasi, menjadi prioritas utama untuk mendukung kecepatan dan ketepatan respons Basarnas.

Tantangan Geografis dan Bencana di Indonesia

Posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire menjadikan wilayah ini berpotensi mengalami bencana besar, termasuk gempa bumi megathrust, tsunami, dan letusan gunung berapi. Kondisi ini membuat penguatan sistem pencarian dan pertolongan menjadi semakin krusial.

Rachmat menyatakan, “Dalam konteks ini, pendekatan tidak lagi cukup hanya mengandalkan sumber daya manusia (man behind the gun), tetapi juga harus diimbangi peningkatan kualitas peralatan dan sistem yang digunakan.” 

Pernyataan ini menekankan perlunya keseimbangan antara kemampuan personel dan teknologi untuk menghadapi situasi bencana yang kompleks.

Pemanfaatan Teknologi Modern

Penguatan Basarnas ke depan perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi terkini, termasuk big data dan artificial intelligence (AI). Teknologi ini akan membantu meningkatkan efektivitas dan respons dalam operasi SAR, mempercepat koordinasi di lapangan, serta meningkatkan akurasi dalam menentukan lokasi korban.

Dengan integrasi teknologi, Basarnas dapat melakukan prediksi lebih akurat, mengoptimalkan rute pencarian, dan meminimalkan risiko bagi petugas. Hal ini menjadi bagian dari strategi modernisasi sistem SAR nasional yang menyeluruh dan adaptif terhadap kondisi nyata di lapangan.

Sinergi dan Visi Bersama

Menteri PPN menekankan bahwa terdapat kesamaan visi dan misi dalam upaya memperkuat Basarnas. 

“Kami berharap seluruh upaya dan rencana yang telah disusun dapat segera ditindaklanjuti bersama jajaran Kementerian PPN/Bappenas. Saya juga akan terus mengawal pengembangan sekaligus penguatan Basarnas ke depan,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah untuk memastikan Basarnas memiliki kapasitas optimal, peralatan memadai, serta dukungan kebijakan yang terintegrasi. Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan sistem SAR nasional yang cepat, efektif, dan aman bagi semua pihak.

Kesiapan Nasional Menghadapi Bencana

Penguatan Basarnas bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan operasional, tetapi juga sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi bencana. Kesiapan ini mencakup seluruh aspek, mulai dari personel terlatih, peralatan modern, sistem manajemen risiko, hingga integrasi teknologi canggih.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan mobilitas nasional. Dengan kapasitas yang memadai, Basarnas dapat merespons bencana secara cepat dan tepat, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Penguatan Basarnas dalam sistem SAR nasional menjadi prioritas strategis pemerintah. Dukungan dari Bappenas mencakup anggaran, peralatan, sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi canggih. 

Posisi Indonesia yang rawan bencana menegaskan urgensi langkah ini. Sinergi antara pemerintah pusat dan Basarnas, integrasi kebijakan, serta modernisasi sistem diharapkan mampu menciptakan layanan pencarian dan pertolongan yang lebih efektif, aman, dan cepat, sehingga perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan optimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index