Kinerja Mitratel

Kinerja Mitratel (MTEL) Sesuai Ekspektasi, Ini Target Harga Saham Terbarunya

Kinerja Mitratel (MTEL) Sesuai Ekspektasi, Ini Target Harga Saham Terbarunya
Kinerja Mitratel (MTEL) Sesuai Ekspektasi, Ini Target Harga Saham Terbarunya

JAKARTA - Performa emiten sektor infrastruktur telekomunikasi kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan kinerja yang relatif stabil sepanjang tahun lalu. 

Di tengah tekanan biaya operasional yang meningkat, perusahaan tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba, sehingga memunculkan optimisme dari kalangan analis pasar modal.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa strategi bisnis yang dijalankan masih berada di jalur yang tepat. Selain itu, dukungan dari induk usaha serta ekspansi ke lini bisnis baru turut memperkuat prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

JAKARTA. Kinerja keuangan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel sepanjang tahun 2025 tercatat sesuai ekspektasi analis. Emiten berkode saham MTEL itu mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, meski menghadapi peningkatan beban biaya.

Mitratel membukukan laba bersih Rp 2,1 triliun pada 2025, tumbuh 0,6% secara tahunan. Kenaikan ini sejalan pertumbuhan pendapatan yang dinormalisasi sebesar 3,4% menjadi Rp 9,5 triliun. Bisnis menara masih mendominasi dengan kontribusi 81,8% terhadap total pendapatan.

Kinerja Kuartal Akhir Tetap Inline Meski Pertumbuhan Laba Terbatas

Analis Mandiri Sekuritas, Henry Tedja dan Danif Nouval Esfandiari, dalam riset Investor Digest, Senin (6/4) menilai, realisasi kinerja kuartal IV-2025 masih inline dengan ekspektasi, meskipun pertumbuhan laba cenderung terbatas.

Mitratel mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal IV-2025 sebesar 9,8% secara tahunan atau year on year (yoy), dengan EBITDA tumbuh 6,1% yoy. Sementara itu, laba bersih meningkat tipis 0,4% YoY pada periode yang sama.

“Perbedaan pertumbuhan pendapatan dan laba tersebut akibat kenaikan beban depresiasi dan amortisasi (D&A) serta peningkatan biaya non-menara. Kondisi ini mengindikasikan adanya ekspansi ke proyek dengan margin bisnis yang lebih rendah,” tulis analisa tersebut.

Target Harga Saham MTEL Tetap Menarik Didukung Prospek Jangka Panjang

Meski demikian, dukungan induk usaha Telkom Group dinilai mampu menjaga stabilitas pertumbuhan Mitratel ke depan, terutama di tengah konsolidasi industri telekomunikasi seluler.

Baca Juga: Kinerja Sepanjang 2025, Begini Strategi Mitratel (MTEL) Jaga Kinerja

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, saham MTEL tetap menarik dengan target harga Rp 600 per saham,” lanjut riset tersebut.

Rekomendasi serupa juga datang dari tim riset MNC Sekuritas yang mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 780. Saat ini, saham MTEL diperdagangkan pada valuasi 20,5 kali price to earnings ratio (PER) dan 1,3 kali price to book value (PBV).

Strategi Bisnis dan Dukungan Telkom Jadi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan, capaian kinerja mencerminkan konsistensi strategi jangka panjang perusahaan.

“Mitratel konsistensi menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujarnya.

Ekspansi Menara dan Fiber Perkuat Monetisasi dan Sumber Pertumbuhan Baru

Dari sisi operasional, hingga akhir Desember 2025 Mitratel mengoperasikan 40.230 menara atau tumbuh 2,1% yoy. Jumlah kolokasi meningkat 11,7% YoY menjadi 22.854, sementara total tenant mencapai 63.084 dengan rasio tenancy naik menjadi 1,57 kali. Secara keseluruhan, termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734.

Pada lini fiber, panjang fiber billable mencapai 70.618 km atau tumbuh 15,6% yoy, dengan peningkatan billable ratio menjadi 1,23 kali. Hal ini mencerminkan peningkatan monetisasi jaringan sekaligus memperkuat peran fiber sebagai sumber pertumbuhan baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index