Atlet Ken Swagumilang Raih Dua Emas di Para-meter Archery Indonesia Open

Atlet Ken Swagumilang Raih Dua Emas di Para-meter Archery Indonesia Open
Para peserta para panahan saat berlaga.

JAKARTA - Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang, berhasil menyabet dua medali emas saat berlaga dalam kejuaraan Para-meter Archery Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 7 hingga 8 Agustus 2026.

Ken mengamankan medali emas pada nomor perorangan seusai membungkus kemenangan atas utusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dimas Maulana, lewat keunggulan skor 142-138.

Sebelum melaju ke partai puncak, Ken lebih dulu menundukkan jawara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025, Muhammad Faris Ardiansyah, melalui persaingan sengit berkedudukan 147-145.

Dominasi atlet nasional ini terus berlanjut di nomor mixed team tatkala Ken tampil berpasangan dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly. Di partai pemungkas, Ken kembali berhadapan dengan Dimas Maulana yang kali ini berduet bersama Qanita Syauqina.

Pasangan Ken/Audi tampil konsisten di sepanjang laga final dengan mengumpulkan total 152 poin, sedangkan duet Dimas/Qanita harus puas memperoleh 147 poin.

Selain sumbangan prestasi dari Ken dan Audi, tim para panahan Indonesia juga menambah koleksi satu medali perak lewat nomor mixed team recurve melalui pasangan Kholidin dan Noviera Ross.

Duet Kholidin/Noviera terpaksa mengakui keunggulan wakil PPLOP Jawa Tengah, Daffa Indika Haidar/Vinethea Natyasha, dalam perburuan medali emas dengan skor akhir 1-5.

Tambahan dua medali emas dan satu perak ini mengantarkan tim para panahan Indonesia keluar sebagai juara umum pada ajang Para-meter Archery Indonesia Open 2026.

Capaian tersebut melampaui raihan PPLOP Jawa Tengah yang mengoleksi dua emas dan satu perunggu, serta kontingen Kota Surakarta dengan catatan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Turnamen yang diinisiasi oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) ini memang disengaja memberi ruang kompetisi bagi para atlet non-disabilitas.

Dari total 65 peserta yang beradu ketangkasan di Lapangan FKIP UNS Surakarta, sebanyak 40 atlet di antaranya berstatus non-disabilitas.

Meski demikian, para atlet disabilitas, khususnya yang tengah disiapkan menuju Asian Para Games 2026, mampu membuktikan kualitas dan bersaing hingga tahap akhir kejuaraan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index