pengertian ARA Saham

Pengertian ARA Saham hingga Manfaatnya bagi Investor

Pengertian ARA Saham hingga Manfaatnya bagi Investor
pengertian ARA Saham

Pengertian ARA Saham menjadi salah satu hal yang perlu dipahami bagi siapa saja yang tertarik dengan investasi saham. 

Perbincangan tentang investasi memang tidak pernah ada habisnya. Dari berbagai aspek yang menyertainya, investasi selalu menjadi topik menarik, terlebih dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi keuangan. 

Saat ini, saham menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati oleh berbagai kalangan. Namun, masih banyak yang belum memahami berbagai aspek teknis dalam dunia saham, termasuk ARA saham.

Saham sendiri merupakan bentuk investasi di mana seseorang menanamkan modalnya dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas dengan tujuan memperoleh keuntungan. 

Menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah bukti kepemilikan modal dalam sebuah perusahaan yang memberikan hak bagi pemiliknya untuk memperoleh bagian dari pendapatan perusahaan.

Dalam dunia investasi saham, dikenal istilah ARA saham yang memiliki peran penting dalam pergerakan harga saham di pasar. Lalu, sebenarnya pengertian ARA Saham itu apa dan apa saja manfaatnya? Mari kita bahas lebih lanjut!

Pengertian ARA Saham dan ARB Saham

Dalam dunia investasi saham, fluktuasi harga adalah hal yang wajar terjadi. Salah satu faktor yang perlu dipahami oleh investor adalah mekanisme batas pergerakan harga saham, yang dikenal dengan pengertian ARA Saham dan ARB Saham. 

Keduanya berperan dalam mengatur volatilitas harga saham dalam periode tertentu.

1. ARA Saham

Bagi investor pemula, istilah ARA saham mungkin masih belum sepenuhnya dipahami. ARA atau Auto Rejection Atas terjadi saat harga saham mengalami kenaikan hingga mencapai batas maksimum yang telah ditentukan. 

Saat saham menyentuh batas ini, tidak ada lagi order pada antrian jual (offering), menandakan bahwa saham tersebut berada dalam kondisi ARA.

Misalnya, jika saham X ditutup pada harga Rp 5.000 dengan batas Auto Rejection sebesar 25%, maka harga maksimal yang bisa dicapai pada hari berikutnya adalah:

Rp 5.000 + (Rp 5.000 × 25%) = Rp 6.250

Jika harga saham melebihi Rp 6.250, maka saham tersebut terkena ARA, yang berarti tidak ada lagi kenaikan lebih lanjut dalam hari perdagangan itu.

2. ARB Saham

Sebaliknya, ARB atau Auto Rejection Bawah terjadi ketika harga saham mengalami penurunan hingga batas bawah yang ditentukan. Saat harga mencapai titik ini, tidak ada lagi order dalam antrian beli.

Sebagai contoh, jika saham Y ditutup pada harga Rp 6.000 dengan batas penurunan 7%, maka harga terendah yang bisa dicapai adalah:

Rp 6.000 - (Rp 6.000 × 7%) = Rp 5.580

Jika harga saham turun lebih rendah dari Rp 5.580, maka saham tersebut terkena ARB dan tidak dapat turun lebih jauh pada hari itu.

Memahami mekanisme ARA dan ARB saham sangat penting bagi investor agar dapat merencanakan strategi investasi dengan lebih baik dan mengantisipasi pergerakan pasar.

Batas Harga Atas dan Bawah Auto Rejection

Jika kamu berencana untuk terjun ke dunia saham, memahami batas harga atas dan bawah dalam sistem auto rejection adalah hal yang penting. 

Auto rejection sendiri merupakan aturan yang membatasi pergerakan harga saham dalam satu periode perdagangan, baik dalam kenaikan maupun penurunan. 

Batasan seperti ARA dan ARB saham 2021 menjadi bagian penting dalam mekanisme bursa yang sedang berjalan.

Dalam praktiknya, sistem bursa akan secara otomatis menolak permintaan jual atau beli jika harga saham melampaui batas yang telah ditentukan. Hal ini berlaku baik untuk batas atas dalam kondisi ARA maupun batas bawah dalam kondisi ARB. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan batas ini dengan perhitungan yang matang agar perdagangan saham tetap berjalan dalam kondisi yang sehat dan teratur.

Berdasarkan Keputusan Direksi Nomor Kep-00023/BEI/03-2020, berikut adalah persentase batas auto rejection yang berlaku di pasar saham Indonesia:

  • Saham dengan harga antara Rp 50 – Rp 200 memiliki batas kenaikan dan penurunan harian sebesar 35%.
  • Saham dengan harga Rp 200 – Rp 5.000 memiliki batas harian sebesar 25%.
  • Saham dengan harga di atas Rp 5.000 memiliki batas pergerakan harian sebesar 20%.

Selain itu, khusus untuk saham yang baru melakukan IPO atau baru terdaftar di bursa, batas auto rejection yang berlaku adalah dua kali lipat dari ketentuan di atas.

Dalam hal transaksi, terdapat pula batasan maksimal pembelian saham, yaitu sebesar 50.000 lot atau 5% dari jumlah efek yang tercatat (mana yang lebih kecil). 

Jika ada pelanggaran terhadap ketentuan ini, maka sistem akan otomatis menolak transaksi tersebut dengan status order saham yang direject.

Penting juga untuk memahami bahwa saham memiliki sifat fluktuatif yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan nasional.

Selama pandemi, misalnya, aturan ARB mengalami perubahan menjadi auto reject asimetris dengan batas penurunan 7% untuk mengurangi dampak negatif terhadap harga saham dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Manfaat ARA Saham

1. Bagi Investor

Sistem ARA dan ARB saham memberikan berbagai keuntungan bagi investor maupun trader. Seorang trader bisa meraih profit dengan membeli saham saat harga menyentuh batas bawah dan menjualnya kembali saat mencapai batas atas. 

Namun, manfaat ini lebih optimal bagi mereka yang memiliki kemampuan analisis yang baik serta strategi yang matang. 

Selain itu, keberadaan sistem ini juga membantu menjaga stabilitas harga saham, sehingga investor bisa memperoleh saham dengan harga yang lebih wajar dalam periode perdagangan yang telah ditentukan.

2. Bagi Perusahaan

Bukan hanya investor dan trader, perusahaan juga merasakan dampak positif dari sistem ARA dan ARB. Salah satu keunggulannya adalah melindungi nilai saham perusahaan agar tidak mengalami perubahan harga yang terlalu drastis. 

Dengan adanya ARB, penurunan harga saham yang terlalu tajam dapat dicegah, sehingga perusahaan dapat mengurangi risiko kerugian besar yang berpotensi merugikan operasional serta kepercayaan investor.

Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Beli Saham yang Terkena ARA atau ARB

1. Menganalisis Perbandingan Harga Tawar dengan Harga Wajar

Saat memilih emiten, harga saham menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dengan cermat. Selain disesuaikan dengan anggaran, penting juga untuk membandingkan harga saham dengan nilai wajarnya. 

Untuk mengetahui apakah suatu saham dijual dengan harga wajar atau mendapat potongan tertentu, kamu bisa melakukan perhitungan sederhana menggunakan nilai BVPS (Book Value Per Share) dari masing-masing saham.

2. Mengetahui Kapitalisasi Pasar dari Emiten yang Dipilih

Kapitalisasi pasar atau market cap menjadi indikator penting dalam memilih saham. Market cap mencerminkan total nilai pasar suatu perusahaan dan menunjukkan berapa besar dana yang dibutuhkan jika ingin membeli seluruh sahamnya. 

Semakin tinggi market cap sebuah perusahaan, umumnya semakin kuat pula fundamentalnya. Biasanya, perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar masuk dalam kategori blue chip dan memiliki rekam jejak yang baik dalam industri.

3. Menilai Kemampuan Perusahaan dalam Memberikan Keuntungan Saham

Saat berinvestasi, tentu harapannya adalah memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, penting untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu memberikan imbal hasil bagi para investornya. 

Keuntungan saham dapat berasal dari capital gain maupun dividen. Namun, tidak semua perusahaan secara konsisten membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Oleh sebab itu, lakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

4. Memahami Prospek Perusahaan ke Depan

Prospek suatu perusahaan di masa mendatang juga menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan. Pilihlah saham dari perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang dan sejalan dengan tujuan investasimu. 

Jika suatu perusahaan tidak menunjukkan prospek yang baik, sebaiknya pertimbangkan kembali sebelum membeli sahamnya.

5. Menganalisis Pola Fluktuasi Saham ARA dan ARB Secara Rutin

Sebelum membeli saham yang mengalami ARA atau ARB, pastikan untuk mengecek pola fluktuasinya secara berkala. 

Saham dengan pergerakan ekstrem ini umumnya lebih diminati oleh investor berpengalaman yang mampu menganalisis perubahan harga dengan cepat. 

Untuk memahami dinamika pergerakan saham ARA dan ARB, perhatikan faktor-faktor yang memengaruhi naik turunnya harga saham, seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, serta perkembangan situasi global. 

Tetap ikuti berita terbaru agar mendapatkan informasi yang akurat sebelum berinvestasi.

Sebagai penutup, memahami pengertian ARA saham dapat membantu investor dalam mengambil keputusan yang lebih tepat di pasar saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index