JAKARTA - Cabang olahraga loncat indah Indonesia mulai merumuskan pemetaan nomor-nomor yang dinilai potensial mendulang medali emas pada ajang SEA Games 2027 di Malaysia menyusul kepastian nihilnya keikutsertaan kontingen pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“Untuk Asian Games kali ini kami belum ikut. Persiapan sekarang diarahkan ke SEA Games 2027 di Malaysia, tetapi saat ini belum ada pelatnas. Kami masih menghitung nomor apa saja yang akan diikuti dan nomor mana yang diprediksi berpeluang meraih medali emas,” kata Ronaldy via pesan, Selasa (11/8/2026).
Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, menuturkan bahwa agenda persiapan menuju multievent SEA Games 2027 tersebut belum menginjak fase pemusatan latihan nasional mengingat pihak federasi masih melakukan kalkulasi mendalam terkait peta kekuatan atlet serta prioritas nomor pertandingan.
Implikasi dari keputusan tersebut membuat cabang loncat indah kini mengalihkan fokus target sasaran utama ke ajang SEA Games 2027 yang diagendakan bergulir di Malaysia pada rentang waktu 18 hingga 29 September.
Langkah seleksi pemetaan nomor ini memegang urgensi tinggi mengingat Indonesia masih terus berupaya mendongkrak level daya saing regional di kawasan Asia Tenggara usai sebelumnya hanya mampu mendulang satu keping medali perunggu dari nomor loncat indah pada SEA Games 2025 di Thailand.
Medali perunggu tersebut sukses dipersembahkan oleh duet atlet sinkronisasi putri, yakni Gladies Lariesa Garina Haga Kore bersama rekan sebutnya Linar Betiliana, usai meraup total raihan 211,74 poin.
Perlu diketahui, nama Gladies dan Linar mulanya masuk dalam daftar atlet yang diproyeksikan menjalani program persiapan guna menatap Asian Games 2026.
Pada awal tahun lalu, Ronaldy sempat menyampaikan bahwa rutinitas latihan atlet tetap berjalan secara konsisten sembari menunggu keputusan final pengiriman kontingen, sebab porsi latihan merupakan bagian krusial dari skema pembinaan prestasi berkesinambungan.
“Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap. Latihan tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada penurunan performa,” kata Ronaldy saat itu.
Ia pun memandang bahwa peta tingkat persaingan cabang loncat indah di level benua Asia masih tergolong sangat berat, khususnya tatkala harus berhadapan dengan dominasi kekuatan negara-negara mapan seperti China, Jepang, serta Korea Selatan.
Menurut pandangannya, frekuensi keikutsertaan dalam pelbagai kejuaraan internasional memegang peranan vital dalam mendongkrak kapasitas performa atlet Indonesia, utamanya guna menempa kematangan mentalitas bertanding.
“Secara teknik dan fisik kami bisa bersaing, tapi mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet,” ujarnya.
Sebagai catatan historis, pada perhelatan Asian Games Hangzhou 2022 yang baru terlaksana pada 2023 silam, Indonesia sempat mendelegasikan satu atlet loncat indah andalannya, yakni Gladies.
Kala itu, Gladies turun bertanding pada dua nomor berbeda dan berhasil mengamankan peringkat ke-12 di nomor papan satu meter putri serta menduduki posisi kedelapan pada nomor papan tiga meter putri.