JAKARTA - Negara Spanyol menjadi salah satu titik pusat yang dilalui lintasan fenomena gerhana matahari total pada Rabu (12/8) waktu setempat. Pemerintah daerah memproyeksikan lonjakan hingga 6 juta turis domestik dan asing memadati lokasi pengamatan demi menyaksikan ajang astronomi langka ini.
Guna merespons besarnya antusiasme publik, otoritas Spanyol mengerahkan operasi pengamanan masif serta mengampanyekan keselamatan warga di sepanjang rute perlintasan gerhana.
Pemerintah daerah setempat menyiagakan 660 lokasi pengamatan resmi yang disokong area parkir dan zona perkemahan darurat. Sebanyak lebih dari 35.000 personel keamanan disebar untuk mengurai potensi kemacetan dan mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Jenderal Perlindungan Sipil dan Keadaan Darurat Kementerian Dalam Negeri Spanyol, Virginia Barcones, menggarisbawahi bahwa prioritas utama petugas adalah menekan potensi timbulnya titik api di tengah cuaca panas terik.
"Kami telah melalui periode musim panas yang sangat berat di Spanyol dengan serangkaian kebakaran hutan besar. Oleh karena itu, kami wajib membatasi segala jenis aktivitas yang dapat memicu percikan api," ujar Barcones, seperti dilansir Reuters.
Pemerintah memperkirakan sekitar 1,5 juta orang melintas di rute darat menuju kawasan pedesaan barat laut dan tengah Spanyol, diiringi imbauan agar pengunjung tidak memarkir kendaraan sembarangan, membakar alat barbeku, atau membuang sampah di area vegetasi kering.
Meskipun membawa berkah ekonomi, penumpukan warga di kawasan sensitif menuai protes masyarakat lokal. Di Buitrago de Lozoya, kelompok warga Monte en Pie menggelar aksi menolak perhelatan acara yang dinilai mengancam kelestarian ekosistem hutan.
Ketua kelompok Monte en Pie, Ana Hernandez, menegaskan bahwa dampak kerusakan akibat karhutla dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun, berbanding terbalik dengan durasi gerhana yang cuma beberapa menit.
"Kondisi wilayah pedesaan sangat kering, sehingga barbeku dan penggunaan mesin berisiko dilarang. Semakin banyak orang berkumpul di sini, maka potensi bahayanya akan melambung tinggi," tegas Hernandez.
Ancaman bencana membuat kota Tres Cantos membatalkan seluruh jadwal agenda gerhana. Walau begitu, sekitar 3.000 pengunjung tetap diperkirakan memenuhi titik pengamatan di dekat Buitrago.
Kedatangan rombongan turis menyumbang dampak finansial yang signifikan bagi industri pariwisata Spanyol, dengan estimasi nilai ekonomi mencapai 347,6 juta euro atau setara Rp7,14 triliun dari 446.700 turis tambahan.
Sejumlah rekor pemesanan tercatat jelang peristiwa langka ini, seperti pencarian akomodasi di Burgos dan Soria via Booking.com yang melonjak tiga kali lipat, pemesanan tiket pesawat ke Asturias naik 292 persen, serta 70 persen kapasitas sewa camper van habis dipesan.
Antusiasme global ini semakin memperkuat posisi Spanyol sebagai destinasi utama pariwisata dunia, setelah mencetak rekor 96,8 juta wisatawan pada 2025 serta mengantongi 46,57 juta kunjungan sepanjang semester pertama 2026.