JAKARTA - Popularitas diet tinggi protein terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir, baik yang dipicu oleh konsumsi suplemen seperti protein shake maupun penerapan pola makan khusus layaknya diet paleo atau Atkins.
Sebagian besar orang memandang protein sebagai nutrisi utama untuk memacu pembentukan massa otot sekaligus memangkas berat badan.
Kendati demikian, konsumsi protein secara berlebihan tidak secara otomatis memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.
Dalam keadaan tertentu, pola makan ini justru memicu efek samping yang patut diwaspadai, sehingga penting untuk memahami risikonya secara cermat.
Meskipun bermanfaat, asupan protein yang melampaui ambang batas wajar berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Bagi individu dengan kondisi ginjal normal, porsi protein tinggi umumnya tidak menimbulkan masalah serius, tetapi kondisinya berbeda bagi penderita gangguan ginjal.
Proses metabolisme protein memaksa organ ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring zat sisa, sehingga penderita ginjal kronis berisiko mengalami penurunan fungsi organ yang lebih cepat.
Fokus yang berlebihan pada makanan tinggi protein juga kerap membuat variasi asupan nutrisi lain terabaikan dalam menu harian.
Pola diet ini sering kali memangkas porsi karbohidrat serta mengurangi konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Dampaknya, tubuh berisiko mengalami kekurangan serat, vitamin C, folat, magnesium, serta antioksidan yang krusial untuk menjaga fungsi organ.
Kurangnya asupan serat akibat konsumsi protein berlebih juga berpotensi mengganggu ekosistem mikrobiota usus, yang kerap memicu masalah pencernaan seperti sembelit dan kembung.
Dari sisi kesehatan jantung, dampaknya sangat bergantung pada kualitas sumber protein yang dipilih, terutama jika didominasi oleh daging olahan atau lemak jenuh tinggi.
Selain itu, asupan protein tinggi yang tidak diimbangi dengan kalsium dan vitamin D yang cukup juga berpotensi mengganggu kepadatan serta kesehatan tulang.
Terkait porsi harian, panduan kesehatan menyarankan orang dewasa mengonsumsi sekitar 1,2 hingga 1,6 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.
Sebagai contoh, individu dengan berat badan 68 kg membutuhkan asupan harian di kisaran 82 hingga 108 gram protein.
Bagi masyarakat berkonstitusi sehat angka tersebut aman, namun penderita penyakit ginjal disarankan membatasi asupan dan berkonsultasi dengan ahli gizi.