Dukung Pangan, Kementerian PU Gelar Gerakan Irigasi Bersih Serentak

Dukung Pangan, Kementerian PU Gelar Gerakan Irigasi Bersih Serentak
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginisasi Gerakan Irigasi Bersih secara serentak di seluruh Indonesia dalam menjaga ketersediaan air lahan pertanian [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi menginisiasi pelaksanaan Gerakan Irigasi Bersih yang digelar secara serentak di berbagai wilayah Indonesia guna memelihara ketersediaan pasokan air untuk sektor lahan pertanian.

Menteri PU, Dody, mengemukakan bahwa penguatan infrastruktur irigasi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang andal akan memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Gerakan Irigasi Bersih ini sekaligus menjadi salah satu strategi Kementerian PU dalam menjaga ketersediaan air lahan pertanian, terutama saat musim kemarau panjang atau El Nino, guna mendukung Swasembada Pangan Nasional.

Rangkaian kegiatan yang difasilitasi melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air ini diselenggarakan di 38 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Balai Wilayah Sungai (BWS) di seluruh penjuru Indonesia sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur irigasi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold A.P. Ritiauw, menegaskan bahwa jaringan irigasi yang terpelihara dengan baik akan membantu menjaga kelancaran aliran air menuju area lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas di sektor pertanian.

"Kebersihan irigasi ini sangat perlu buat kami. Tujuannya untuk menjamin kualitas air baku bagi masyarakat, air irigasi pertanian, mencegah masuknya zat beracun, serta mencegah terjadinya banjir saat turun hujan," ujar Arnold.

Arnold menjelaskan, salah satu aksi lapangan telah dilaksanakan pada Saluran Sekunder Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah oleh BBWS Pemali Juana yang berfokus pada kegiatan pembersihan sampah, gulma, serta endapan sedimen.

Langkah gerakan tersebut diharapkan dapat menjaga kebersihan saluran serta mendorong pemanfaatan air irigasi secara lebih hemat dan efisien, sehingga mampu melayani kebutuhan sekitar 18.740 hektare lahan pertanian dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional.

Di sisi lain, pada wilayah kerja BWS Maluku, tepatnya di Daerah Irigasi (D.I) Geren – Meten, Desa Waegeren, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, total panjang saluran irigasi tersier yang dibersihkan mencapai 1.020 meter.

Saluran D.I Geren – Meten sendiri memiliki bentang panjang mencapai 4,5 kilometer yang mampu mengairi sekitar 400 hektare lahan sawah. Gerakan ini dilaksanakan melalui metode gotong-royong dengan melibatkan 98 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kalangan akademisi, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gapoktan dari Desa Waegeren dan Desa Wanareja.

Inisiatif Gerakan Irigasi Bersih ini selaras dengan Sasaran Utama PU 608 yang merupakan arah pembangunan infrastruktur berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, yaitu melalui penyediaan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas hidup, dorongan terhadap produktivitas, hingga penciptaan pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index