JAKARTA - Pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Warga penerima manfaat bansos tersebut masuk dalam cakupan desil 1 hingga 4 yang dinilai tergolong masyarakat kurang mampu.
Di samping itu, belakangan ini pemerintah sedang merancang regulasi terkait pembatasan distribusi Pertalite yang nantinya hanya diperuntukkan bagi kelompok desil tertentu. Diperkirakan, masyarakat yang dikategorikan masuk ke dalam desil 9 dan 10 tidak bisa lagi menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite tersebut.
Mengutip keterangan resmi Kemensos, kelompok Desil 9 dan 10 menempati urutan paling tinggi dalam daftar masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi. Desil 9 merujuk pada kelompok rumah tangga yang berada di persentase 81% hingga 90%. Sementara itu, desil 10 merupakan kelompok 10% rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan teratas.
Langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk mengecek kategori desil demi memastikan kelayakan menerima Bansos maupun Pertalite.
Cara Cek Desil
Buka aplikasi peramban di ponsel.
Akses alamat resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Cantumkan 16 digit NIK sesuai dokumen KTP.
Isikan kode captcha yang tertera pada layar.
Pilih tombol “Cari Data”.
Tunggu sampai sistem menampilkan data hasil pencarian.
Usai data ditemukan, masyarakat dapat mencermati detail informasi penerima manfaat sekaligus kategori desil yang tercatat di dalam sistem.
Di samping cara di atas, pengecekan desil seseorang juga bisa diakses melalui situs resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).
Akses portal dtsen-form.bps.go.id/login.
Masukkan NIK beserta kode captcha.
Kemudian klik opsi "Cek Data".
Sistem akan memunculkan petunjuk "NIK ditemukan pada basis DTSEN".
Lanjutkan dengan mengklik "Cek Desil" guna melihat status Anda.
Isikan tanggal lahir beserta kode captcha yang baru.
Informasi mengenai status desil Anda akan tampak pada laman tersebut.
Arti Desil 1 sampai Desil 10 Penetapan status desil dipengaruhi sejumlah elemen indikator, seperti mata pencaharian dan tingkat pendidikan anggota keluarga, kondisi fisik serta kualitas hunian, kapasitas listrik, aksesibilitas air bersih dan sanitasi, riwayat kesehatan maupun disabilitas, kepemilikan aset, hingga kepemilikan unit usaha.
Berikut rincian tingkatan nilai desil pada pemeringkatan kesejahteraan keluarga:
Desil 1: Kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Desil 2: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 11% sampai 20% terbawah.
Desil 3: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 21% sampai 30% terbawah.
Desil 4: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 31% sampai 40% terbawah.
Desil 5: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 41% sampai 50%.
Desil 6: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 51% sampai 60%.
Desil 7: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 61% sampai 70%.
Desil 8: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 71% sampai 80%.
Desil 9: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 81% sampai 90%.
Desil 10: Kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Cara Ajukan Perubahan Status atau Perbaikan Data Desil
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Unduh lalu masuk ke aplikasi Cek Bansos.
Pilih opsi menu Pembaruan Data.
Kirimkan permohonan pembaruan dan jawab seluruh formulir pertanyaan yang tersedia.
Petugas sosial akan memverifikasi data dan melakukan tinjauan lapangan secara langsung.
Hasil akhir survei tersebut dipakai sebagai tolok ukur penyesuaian DTSEN.
2. Melalui Desa/Kelurahan atau Dinas Sosial
Mendatangi langsung kantor desa atau kelurahan setempat.
Atau mendatangi kantor Dinas Sosial di tingkat kabupaten/kota.
Ajukan permohonan penyesuaian data DTSEN.
Petugas bakal turun ke lapangan untuk melakukan survei.
Data dikumpulkan dan diteruskan ke pihak BPS.
Proses rekapitulasi serta pemeringkatan dijalankan setiap 3 bulan sekali.
Pembaruan kategori desil tidak serta-merta mengubah status penerimaan bansos secara mendadak. Seluruh usulan pengajuan tetap wajib melalui serangkaian tindakan verifikasi, pemantauan lapangan, dan pemeringkatan ulang yang diselaraskan dengan agenda nasional DTSEN.
Dengan memahami alur pengecekan serta perbaikan data desil, masyarakat diharapkan sanggup memastikan catatan kondisi kesejahteraannya terdata secara presisi sehingga peluang untuk memperoleh bantuan sosial tetap terbuka sesuai realitas di lapangan.