Ocean City Sewa 14 Burung Pemangsa demi Usir Camar Pengganggu Turis

Ocean City Sewa 14 Burung Pemangsa demi Usir Camar Pengganggu Turis
Ilustrasi Burung Camar.

JAKARTA - Setiap musim panas, Ocean City yang terletak di pesisir New Jersey, Amerika Serikat, selalu dipadati wisatawan yang hendak menikmati pantai. Namun, kehadiran ribuan burung camar yang kerap mencuri makanan pengunjung seperti pizza hingga es krim menjadi gangguan tersendiri bagi para turis.

Seiring melonjaknya jumlah wisatawan hingga 150 ribu orang, populasi burung camar di kawasan tersebut turut membengkak.

Pelatih burung pemangsa (falconer) dari East Coast Falcons, Angelina Caselli, mengungkapkan bahwa populasi burung camar di kota pantai tersebut bisa menembus 3.000 hingga 4.000 ekor sepanjang musim panas.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah setempat mengerahkan tim falconer yang menggunakan burung pemangsa hasil penangkaran untuk mengusir burung camar dari kawasan wisata.

Saat ini, terdapat 14 burung pemangsa yang diterjunkan dalam program khusus ini, yang terdiri atas burung hantu, alap-alap, dan elang. Seluruh burung predator tersebut ditangani oleh tenaga ahli yang telah mengantongi izin resmi.

Dalam menjalankan tugas patroli harian, tim memantau pergerakan burung pemangsa memakai perangkat GPS, radio telemetry, peluit, umpan, serta lonceng kecil untuk memanggil mereka kembali.

Secara teknis, burung pemangsa tersebut hanya dilatih untuk menakut-nakuti dan memberikan ancaman predator alami, bukan untuk membunuh burung camar. Kondisi fisik burung disetel sekitar 10 persen di atas hunting weight agar tetap memiliki dorongan mengejar tanpa bergantung pada hasil buruan untuk makan.

Uniknya, burung camar di area tersebut juga terbukti cerdas. Menurut master falconer Swanson, burung camar mampu mengenali wajah para pelatih serta kendaraan patroli yang melintas di area parkir.

"Mereka mengenali para falconer dari wajah. Mereka juga mengenali mobil dan truk. Kalau mereka berjalan melintasi tempat parkir, burung-burung camar mulai membunyikan alarm dan beriteriak," kata Swanson.

Program pengendalian hama berbasis predator alami ini sejatinya telah diuji coba sejak 2019. Karena dinilai paling efektif dibandingkan metode suara keras atau patung buatan, pemerintah Ocean City resmi memperpanjang kontrak kerja sama hingga 2029 dengan nilai mencapai US$369.996 atau sekitar Rp6,6 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index