Pergerakan IHSG Hari Ini Menguat Didorong Saham AMMN BUMI dan BRMS

Pergerakan IHSG Hari Ini Menguat Didorong Saham AMMN BUMI dan BRMS
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (21/8/2026) di zona hijau. Laju indeks ditutup menguat 0,37 persen ke posisi 6.525,69.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepanjang hari bergerak di rentang 6.507,43 hingga 6.551,96. Terdapat 332 saham menguat, 314 saham melemah, serta 317 saham stagnan.

Pada sesi pembukaan pagi pukul 09.03 WIB, IHSG diawali dengan kenaikan 0,26 persen menuju level 6.518,60. Penguatan berlanjut hingga akhir perdagangan sesi I dengan kenaikan 0,52 persen ke posisi 6.535,57.

Sehari sebelumnya, Kamis (20/8/2026), IHSG juga mencatatkan kenaikan 1,68 persen ke level 6.501,58 dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp11.444 triliun.

Penguatan bursa kala itu ditopang oleh kenaikan sejumlah saham tambang, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melonjak 7,97 persen ke Rp4.470, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terangkat 4,40 persen ke Rp190, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang melesat 9,60 persen ke Rp685.

Selain itu, saham KIJA turut melambung 24,85 persen ke Rp206, ANTM menguat 3,63 persen ke Rp3.140, serta BBCA naik 1,59 persen ke posisi Rp6.400 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan bahwa penguatan Bursa Asia mengekor Bursa Wall Street seiring melandainya tekanan pada pasar obligasi Amerika Serikat (AS).

Pasar memilih mengesampingkan risalah The Fed yang mengindikasikan dukungan para pejabat bank sentral terhadap kenaikan suku bunga acuan.

“Investor justru merespons positif penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (20/8/2026).

Langkah Departemen Keuangan AS merencanakan peningkatan pembelian kembali surat utang secara masif dinilai efektif meredakan kecemasan pelaku pasar terhadap lonjakan biaya pinjaman global.

Dari kawasan regional, pasar memantau kebijakan Bank Sentral China yang konsisten mempertahankan suku bunga acuan pinjaman pada rekor terendah.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global dan eskalasi konflik Timur Tengah, sekaligus mengawal target inflasi 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Pejabat Sementara Gubernur BI menegaskan bahwa arah kebijakan moneter akan tetap berfokus pada stabilitas rupiah, didampingi ekspansi skema insentif lindung nilai untuk menarik modal asing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index