Review iPhone Ultra Lipat: Kameranya Jadi Masalah di Harga Rp 40 Jutaan

Review iPhone Ultra Lipat: Kameranya Jadi Masalah di Harga Rp 40 Jutaan

ONLINEKINI.ID — Laporan terbaru dari Bloomberg lewat Mark Gurman mengungkap kesan awal sejumlah orang yang sudah memegang langsung iPhone Ultra. Mereka sepakat produk ini jadi iPhone paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Namun ada satu catatan besar: kamera.

Gurman menyebut calon pembeli yang rela merogoh kocek lebih dari USD 2.000—bahkan mungkin USD 2.500—adalah tipe orang yang menuntut kemampuan kamera kelas atas. Sayangnya, prediksi Gurman, kamera iPhone Ultra belum akan dianggap "sistem kamera terbaik yang Apple tawarkan" setidaknya dalam beberapa tahun ke depan.

Engsel Kokoh dan Layar Lipat yang Fungsional

Kesan awal dari pengguna yang sudah mencoba iPhone Ultra cukup positif. Mereka memuji kemudahan dibawa (pocketability), ketahanan engsel, dan tata letak aplikasi ala iPad di layar lipat yang lebih besar.

Layar besar itu disebut sangat enak untuk produktivitas, menonton video, dan bermain game. Konsep ponsel tradisional yang bisa berubah jadi tablet memang keunggulan utama perangkat lipat, dan iPhone Ultra disebut bakal unggul di aspek ini.

Fakta bahwa ini iPhone—bukan perangkat Android—kemungkinan besar bakal menarik lebih banyak perhatian dari pasar yang selama ini ragu dengan ponsel lipat.

Lensa Telefoto yang Hilang: Masalah Besar atau Tidak?

Ketiadaan lensa telefoto fisik memang jadi kekhawatiran utama. Apple dan pabrikan lain mungkin menawarkan zoom digital "berkualitas optik" plus software pengolah gambar, tapi itu ada batasnya.

Contoh nyatanya ada di Galaxy Z Fold 8. Dalam perbandingan foto yang dilakukan Tom's Guide, hasil zoom Z Fold 8 kalah jauh dibanding Z Fold 8 Ultra yang punya lensa zoom khusus. Padahal Z Fold 8 Ultra sendiri masih kalah dari Galaxy S26 Ultra yang lebih bertenaga. Ini sinyal buruk untuk ponsel lipat tanpa telefoto.

Belum jelas seberapa besar batasan ini nanti. Kita harus menunggu iPhone Ultra rilis dan diuji langsung untuk tahu seberapa parah dampaknya pada kualitas foto zoom.

Touch ID Kembali, Face ID Ditinggalkan?

Gurman juga menyebut kembalinya Touch ID di iPhone Ultra. Ini mungkin mengecewakan sebagian orang, tapi Gurman menilai ini bukan masalah besar—apalagi sensor sidik jari masih dipakai di Mac dan iPad.

Keputusan ini menarik karena Face ID sudah jadi standar sejak iPhone X. Namun untuk perangkat lipat, sensor di tombol power atau di bawah layar bisa jadi pilihan yang lebih praktis.

Kapan Rilis dan Berapa Harganya?

Event iPhone September diperkirakan berlangsung dalam dua pekan lagi. Kita tidak perlu menunggu lama untuk tahu spesifikasi resmi dan fitur yang ditawarkan Apple.

Pertanyaan besarnya tetap di harga. Dengan estimasi USD 2.000–2.500 (sekitar Rp 32–40 juta), iPhone Ultra bakal bersaing langsung dengan Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra. Di kelas harga segini, calon pembeli berhak menuntut kamera yang tidak kalah dari iPhone 18 Pro Max—bukan malah kehilangan lensa telefoto.

Kesimpulan awal: iPhone Ultra menarik secara konsep dan build quality, tapi keputusan menghilangkan telefoto di harga segini bisa jadi bumerang. Kita tunggu pengujian langsung setelah rilis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index