Jangan Dipakai Lagi Ini 5 Ciri Lipstik Tak Layak Pakai Kata Dokter

Jangan Dipakai Lagi Ini 5 Ciri Lipstik Tak Layak Pakai Kata Dokter
Ilustrasi Lipstik.

JAKARTA - Lipstik menjadi salah satu perias wajah yang hampir dipakai setiap hari. Kendati demikian, layaknya produk kecantikan lainnya, pemulas bibir ini memiliki batas masa pakai dan bisa mengalami perubahan kondisi seiring berjalannya waktu.

Tidak sedikit pengguna yang nekat memakai lipstik meski corak warna, aroma, atau konsistensinya sudah berubah. Padahal, penurunan kualitas tersebut tidak semestinya diabaikan begitu saja.

Spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK (Sp.DVE), menerangkan bahwa konsumen wajib mengamati kondisi fisik kosmetik sebelum memoleskannya kembali. Produk kecantikan amat rentan mengalami degradasi formula maupun kontaminasi mikroba.

Oleh sebab itu, keanehan pada pemulas bibir dapat menjadi indikasi awal bahwa produk tersebut harus segera dibuang.

Pertanda utama yang dapat diamati yaitu pergeseran aroma. Apabila produk yang mulanya tak berbau atau memiliki wangi khas mendadak memunculkan aroma menyengat yang tak sedap, sebaiknya pemakaian langsung dihentikan. Perubahan bau menandakan komposisi kimianya mulai rusak.

Konsumen juga perlu mengecek konsistensi warna. Apabila warna lipstik memudar, berubah tak merata, atau tampak kontras dari kondisi semula, pengguna wajib ekstra waspada. Hal ini menandakan adanya reaksi kimia selama masa penyimpanan.

Tekstur yang berubah juga menjadi sinyal kuat agar produk tak lagi digunakan. Umpamanya seperti menggumpal, mengering, menjadi terlalu encer, atau sulit dioleskan. Menurut dr. Arini, perubahan konsistensi mengindikasikan adanya pencemaran mikroorganisme.

Di luar isi kosmetik, kelayakan wadah penyimpanan juga memegang peranan krusial. Kemasan yang rusak atau tidak dapat tertutup rapat akan membuat racikan produk mudah terpapar udara luar dan polusi lingkungan.

Maka dari itu, pastikan pemulas bibir senantiasa ditutup kencang usai dipakai dan disimpan sesuai petunjuk pada label.

Masa kedaluwarsa menjadi aspek vital berikutnya yang wajib diperiksa. Namun, konsumen dianjurkan tidak cuma berpatokan pada tanggal tersebut. Apabila produk sudah mengalami perubahan wujud sebelum tanggal kadaluwarsa, pengguna dilarang memaksakan pemakaiannya.

Selain tampilan fisik produk, reaksi yang timbul pada kulit bibir juga mesti diperhatikan secara saksama. Dokter Arini menekankan, bila muncul sensasi panas membakar, gatal, bengkak, atau ruam dermatitis di area bibir, segera hentikan pemakaian.

Untuk pemilik kulit sensitif, dr. Arini menyarankan memilih formula yang sederhana serta bebas dari kandungan pewangi maupun perasa buatan. Bila gangguan tak kunjung mereda, segera konsultasikan ke dokter spesialis.

Daya tahan lipstik juga dipengaruhi oleh teknik penyimpanan. Hindari menaruh kosmetik di tempat lembap atau terpapar suhu panas secara langsung.

Terakhir, hindari saling berbagi atau bergantian menggunakan produk bibir dengan orang lain demi mencegah penularan mikroba dan bakteri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index