Pemerintah Andalkan Sektor Ritel Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6%

Pemerintah Andalkan Sektor Ritel Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6%
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah menggantungkan harapan pada sektor ritel guna menjaga ritme konsumsi rumah tangga sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi menuju kisaran 6% pada akhir 2026 dan tahun mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwasanya konsumsi rumah tangga masih memegang peran sebagai mesin penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada kuartal II/2026, tingkat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% dengan memberikan sumbangsih sebesar 53,32% terhadap produk domestik bruto (PDB).

 Optimisme masyarakat konsumen pun terbukti tetap terjaga, yang tercermin melalui Indeks Keyakinan Konsumen yang menyentuh level 116,8 hingga Juli 2026.

"Kita berterima kasih kepada retail. Kita beri tepuk tangan untuk retail Indonesia," kata Airlangga dalam acara Indonesia Retail Summit & Expo 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut penjelasannya, pemerintah membidik target pertumbuhan ekonomi pada penutupan tahun menuju 6% serta konsisten mempertahankan laju pertumbuhan sebesar 6% di tahun depan.

"Jadi untuk hal tersebut tentu kami terus mendorong. Agar kami bisa mendorong pertumbuhan di akhir tahun menuju 6% dan tahun depan 6%. Nah ini merupakan tugas utama dan saya yakin kalau sektor retail ini terus mendorong pertumbuhan perekonomian kami," ujarnya.

Airlangga membeberkan bahwa denyut aktivitas perdagangan domestik masih didominasi oleh transaksi luring (offline) dengan nilai mencapai US$125 miliar, sedangkan volume transaksi daring (*online*) mengantongi angka US$61,18 miliar. Besarnya nilai transaksi tersebut membuat industri ritel dinilai mengantongi ruang yang luas untuk menopang konsumsi dalam negeri.

Pemerintah turut memacu penguatan brand nasional demi menjamin perputaran uang dan ekonomi tetap berada di dalam negeri. Airlangga mencatat terdapat kisaran 800 merek ritel yang mayoritasnya merupakan merek lokal yang masuk ke dalam ekosistem ritel.

Menurutnya, pemantapan brand nasional bertindak sebagai salah satu langkah strategis agar perputaran modal ekonomi tidak lebih banyak mengalir ke pihak luar melalui skema waralaba.

Pemerintah juga mendorong perluasan ekspansi jaringan ritel hingga menjangkau pelosok daerah dan pedesaan. Airlangga menyebut pelaku ritel di daerah diharapkan mampu bertindak sebagai agen penyerap komoditas hasil pertanian dari wilayahnya masing-masing.

"Sehingga di daerah desa itu bisa berputar kepada komunitas pertanian, dan dari sini [Indonesia Retail Summit & Expo 2026] tentu saya mohon agar HIPPINDO juga bisa membantu dalam bentuk pelatihan dan yang lain," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index