JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menggarisbawahi urgensi mengarahkan kembali anak-anak ke ruang interaksi fisik serta permainan tradisional yang sarat kearifan lokal guna membentengi mereka dari bahaya kecanduan gawai.
"Anak-anak ini butuh aktualisasi diri. Sekarang anak-anak kami pulang sekolah, mereka duduk di pojok sofa, di pojok ruang tamu, di pojok kamar, ketawa-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri, merasa menang-menang sendiri. Karena dengan gawai, dia bisa memperlakukan dirinya sesuai dengan apa yang diinginkan dan selalu menjadi pemenang. Akibatnya, ketika berhadapan langsung dengan teman-temannya, dia tidak bisa beradaptasi, selalu ingin menang, dan tidak boleh kalah karena terpengaruh dari permainan-permainan yang dia lakukan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan sewaktu memimpin peresmian Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi, Kampung Pancasila, serta Ruang Bersama Indonesia di Desa Sidowayah, yang dirangkaikan dengan peluncuran Paket Aglomerasi Wisata Klaten, Jawa Tengah.
Area Kampung Dolanan Sidowayah menyajikan beragam sarana edukasi dan ketangkasan tradisional, mulai dari botol bernada, filtrasi air, otok-otok, hingga bermacam permainan yang merangsang daya nalar sains anak.
"Hari ini kami membuktikan kolaborasi dan sinergi yang luar biasa dari berbagai pihak. Mahasiswa dari UNS yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pemerintah daerah kabupaten maupun desa, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hingga Mustika Ratu. Ini menunjukkan kami punya kepedulian dan komitmen yang luar biasa untuk mewujudkan, melahirkan, dan mencetak generasi-generasi muda yang akan menentukan masa depan Indonesia," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam rangka mengakselerasi pengembangan Ruang Bersama Indonesia di Desa Sidowayah, KemenPPPA bermitra dengan PT Mustika Ratu Tbk turut mengelar program pelatihan massage dan affiliator untuk warga setempat di Umbul Siblarak.
Agenda pendukung ini difokuskan sebagai sarana penguatan kecakapan masyarakat, khususnya kaum perempuan, supaya lihai memaksimalkan peluang ekonomi daerah pada ranah wellness tourism.