JAKARTA - Tumpukan lautan massa yang tumpah ruah memadati area lokasi seremonial pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)—yang turut dihadiri secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto—memicu timbulnya kemacetan lalu lintas yang parah.
Situasi yang luar biasa padat tersebut praktis memaksa sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir untuk beralih menggunakan moda transportasi alternatif demi bisa keluar dari titik kemacetan.
Merujuk pada hasil pemantauan langsung oleh tim Bisnis di lapangan, tampak Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk masa jabatan 2026-2031, Destry Damayanti, terpaksa harus menumpang sebuah sepeda motor agar sanggup menerobos padatnya barisan massa serta kendaraan yang macet total dan sulit untuk dilalui.
Destry, yang sebelumnya baru saja merampungkan rangkaian prosesi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai kandidat tunggal pemegang kendali otoritas moneter negara di hadapan para anggota Komisi XI DPR RI pada hari Rabu (26/8/2026) hingga Kamis (27/8/2026), terlihat mengenakan setelan pakaian serba putih dipadu kerudung krem beraksen motif bordir.
Pengalaman serupa pun dialami oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi. Ia terlihat mengenakan balutan busana blazer batik bercorak hijau kebiruan serta pashmina bernuansa warna krem, dan terpaksa harus berjalan kaki demi menembus pekatnya kerumunan massa dengan pengawalan melekat dari aparat petugas keamanan.
Sebelumnya telah diwartakan bahwa Komisi XI DPR RI secara resmi telah memutuskan penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif untuk periode 2026-2031 selepas merampungkan tahapan uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon tunggal.
"Kami melalui keputusan rapat internal, secara musyawarah dan mufakat, kami telah menetapkan bahwa Ibu Destry Damayanti ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031," ujar Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (27/8/2026).
Terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur BI ini diumumkan secara bersamaan dengan penunjukan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior serta Solikhin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur, yang masing-masing diproyeksikan untuk masa bakti periode 2026-2031 pula.
Misbakhun menjelaskan bahwa proses pemilihan ketiga figur Dewan Gubernur BI periode 2026-2031 tersebut ditempuh melalui mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat. Selanjutnya, ketiganya akan disahkan secara resmi dalam agenda rapat paripurna DPR yang dijadwalkan pada pekan depan, yakni hari Selasa (1/9/2026).
"Proses penggantian Gubernur, Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur telah dijalankan dan kami telah menuntaskan tugas-tugas di tingkat komisi, dan kami akan melaporkannya di rapat paripurna Selasa 1 September 2026," terang politisi senior dari Partai Golkar tersebut.
Sebagai catatan latar belakang, Destry saat ini masih mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Senior sekaligus Pelaksana Tugas Gubernur Sementara (PGS) Gubernur BI. Posisi pelaksana tugas tersebut dijabatnya secara otomatis menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi kepemimpinan sekitar dua tahun lebih awal dari masa akhir jabatannya. Destry juga tercatat sebagai satu-satunya calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto ke lembaga DPR.
Guna mengisi kursi jabatan Deputi Gubernur Senior yang ditinggalkan oleh Destry, Presiden Prabowo mengajukan pencalonan Aida S. Budiman yang saat ini aktif menjabat sebagai salah satu dari empat Deputi Gubernur BI.
Sementara itu, untuk mengisi posisi lowong yang ditinggalkan oleh Aida, Kepala Negara mencalonkan Solikhin—yang kini bertugas sebagai Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial—serta Anwar yang memegang posisi sebagai Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang.