CUAN Bidik Jadi Pengendali SINI Demi Perkuat Bisnis Tambang

CUAN Bidik Jadi Pengendali SINI Demi Perkuat Bisnis Tambang
Aktivitas pertambangan milik PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

JAKARTA - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) membuka peluang memperbesar eksposur bisnis batu bara melalui rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Aksi korporasi ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja CUAN, meskipun investor perlu mencermati posisi neraca perseroan yang dibebani utang.

Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael mengutarakan bahwa CUAN melalui anak usahanya kini menguasai 27,78 persen saham SINI secara langsung maupun tidak langsung.

Perseroan masih bernegosiasi terkait mekanisme transaksi, harga, serta waktu penyelesaian agar CUAN dapat menjadi pemegang saham terbesar sekaligus pengendali SINI.

Langkah akuisisi ini dirancang untuk membangun bisnis pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi, memperluas jaringan usaha, serta menambah aset grup.

CUAN menegaskan bahwa transaksi terbaru ini merupakan rencana baru dan bukan kelanjutan dari negosiasi pada Desember 2025 yang telah dihentikan.

Equity Analyst Succor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari menilai aksi ini positif karena SINI memiliki empat Izin Usaha Pertambangan batu bara yang bertumbuh di Kalimantan Tengah.

Namun, Yoga mengingatkan kondisi balance sheet CUAN yang terbilang padat dengan rasio debt to equity (DER) telah menyentuh 4,0 kali.

"Tentu positif buat CUAN, karena SINI ini aset batu bara Kalteng yang sedang bertumbuh dan memiliki empat IUP. Laba dan revenue CUAN bisa meningkat ke depannya," ujar Yoga.

"Challengenya adalah kondisi balance sheet yang stretch, karena sekarang DER CUAN sudah mencapai 4,0 kali," katanya.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menilai akuisisi ini memberikan dampak positif secara strategis bagi integrasi ekosistem CUAN, PTRO, dan SINI.

Dengan mengendalikan SINI, CUAN berpotensi menambah volume produksi dan cadangan, sementara PTRO berpeluang memperoleh kontrak jasa pertambangan baru.

"Namun, katalis fundamentalnya belum bisa langsung dihitung penuh, karena harga akuisisi, porsi saham final dan struktur pendanaannya belum diketahui," ujar Nafan.

"Manfaat PTRO bukan semata-mata dari kenaikan nilai kepemilikan saham SINI, tetapi terutama dari potensi peningkatan order book dan aktivitas jasa pertambangan," jelas Nafan.

Di sisi lain, saham SINI menjadi yang paling sensitif pergerakannya lantaran munculnya ekspektasi penawaran tender wajib usai mengalami kenaikan harga signifikan.

Manajemen memastikan seluruh tahapan negosiasi dan akuisisi dijalankan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan mengenai Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index