Potensi Pembiayaan Sektor Hijau BRI Finance Naik 14,8 Kali Lipat

Potensi Pembiayaan Sektor Hijau BRI Finance Naik 14,8 Kali Lipat
BRI Finance

JAKARTA — PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance menilai bahwa kendaraan ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik, menjadi salah satu sektor yang sangat potensial untuk terus dikembangkan dalam skema pembiayaan hijau.

Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani menegaskan bahwa pihak perusahaan senantiasa mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyaluran pembiayaan kepada para konsumen.

“Hingga saat ini, nilai penyaluran pembiayaan meningkat sekitar 14,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ucapnya kepada Bisnis, Selasa (8/9/2026).

Menurut Aditia Fakhri Ramadhani, tren lonjakan ini menandakan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan ramah lingkungan kian tinggi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan publik akan moda transportasi yang lebih efisien dan berwawasan lingkungan.

Agar penyaluran dana hijau ini memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian, BRI Finance berpatokan pada acuan serta ketentuan yang berlaku, termasuk memastikan objek pembiayaan telah memenuhi kriteria kegiatan pendukung lingkungan.

Sebagai gambaran, pada kategori kendaraan ramah lingkungan, salah satu fokus utamanya dialokasikan untuk pembiayaan kendaraan listrik serta hybrid.

Selain mengukur besaran penyaluran dana, perusahaan turut memantau indikator jumlah dan variasi jenis kendaraan ramah lingkungan yang mendapatkan pembiayaan.

“Serta kontribusinya dalam mendukung transisi menuju transportasi yang lebih rendah emisi. Proses tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola dan manajemen risiko,” jelas Aditia.

Aditia Fakhri Ramadhani berpendapat bahwa risiko dari strategi pemasaran merupakan salah satu hal penting yang patut diperhatikan dalam ekspansi pembiayaan hijau. Maka dari itu, BRI Finance memberlakukan sistem verifikasi dan pengawasan ketat.

Prosedur tersebut bertujuan memastikan setiap objek pembiayaan yang masuk dalam kategori pembiayaan hijau benar-benar telah memenuhi tolok ukur yang ditetapkan.

Untuk segmen kendaraan ramah lingkungan, verifikasi dilakukan antara lain melalui pemeriksaan spesifikasi dan jenis kendaraan sebelum penyaluran dana direalisasikan.

“Selanjutnya, penerapan tata kelola, dokumentasi, monitoring, dan pengawasan secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan klasifikasi pembiayaan tetap sesuai dengan ketentuan dan tujuan pembiayaan hijau,” bebernya.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman memandang sektor hijau sebagai area ekspansi pembiayaan yang prospektif bagi industri multifinance.

“Pada Juli 2026, pembiayaan yang diklasifikasikan dalam Kategori Usaha Keuangan Berkelanjutan atau KUKB pada industri multifinance mencapai sebesar Rp93,70 triliun atau 17,25 persen dari total penyaluran pembiayaan,” ucapnya dalam Konferensi Pers RDKB OJK Agustus 2026 secara daring, Senin (7/9/2026).

Ke depannya, peluang pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan diproyeksikan bakal terus terbuka, dengan tetap memprioritaskan kalkulasi risiko, asas kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index